Kirab Budaya dan Tradisi Sewu Pincuk Meriahkan Acara Haul Mbah Lebai

oleh

Kudus, isknews.com – Pemerintah Desa Mlati Lor bersama dengan Karang Taruna Mekar Melati pada Minggu (1/10/17) pagi telah mengadakan Kirab Budaya memperingati Haul Mbah Lebai, cikal bakal sesepuh dari Desa Mlati Lor Kecamatan Kota Kudus.

Sedikitnya 500 orang ikut memeriahkan dan mengikuti kirab budaya yang rute pelaksanaannya mengelilingi desa Mlati Lor. Diantaranya dari jajaran pemerintah desa Mlati Lor, Kelembagaan, Perangkat desa, Camat Kota, Karang taruna, BPD, PKK, BKM, forum kemitraan pelayanan masyarakat (FKPM), perwakilan anggota Pasukan Garuda Rajawali (pasgara) SMA 1 Kudus dan anggota Club Sepeda Onta OOT. Hal itu disampaikan Arif Subhan, Ketua Panitia kepada isknews.com saat ditemui usai acara.

TRENDING :  Pengajian dan Santunan Anak Yatim HPPK Warnai Haul Mbah Gamong Pasar Kliwon

Dijelaskannya, peringatan Haul Mbah Lebai, diperingati setiap tanggal 14 Muharram. Untuk tahun ini dikemas sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini, rangkaian peringatan acaranya dilaksanakan selama tiga hari, (1-3 Oktober 2017) dimulai hari ini dengan mengadakan kirab budaya. Selanjutnya ada Khotmil Qur’an pada Senin malamnya.

Sedangkan pengajian umum yang sekaligus acara puncaknya dilaksanakan pada Selasa 19.30 WIB, menghadirkan Mauidhoh Hasanah atau pembicara Bapak Kyai Roshidi dari Kudus.

TRENDING :  Nenek Sebatang Kara Ditemukan Meninggal Dalam Sumur

Ditambahkan, usai kirab budaya para peserta dipersilahkan menikmati hidangan berupa nasi pecel yang berbungkus daun pisang (Baca:Pincuk), dimana ini merupakan ciri khas Desa Mlati Lor. “Tradisi Sewu Pincuk, bermula dari banyaknya pedagang nasi pecel pincuk dari Solo yang menetap di Desa Mlati Lor hingga sekarang. Akhirnya ide membuat tradisi sewu pincuk pun muncul,” jelas Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) itu.

Di tempat yang sama, Ketua Karang Taruna Mekar Melati, Desa Mlati Lor Kecamatan Kota, Kudus, Ragil Ponco Ari Wibowo, sangat mendukung adanya Kirab tersebut. Setidaknya masyarakat, khususnya kami para pemuda bisa bangkit bersatu untuk memberikan yanh terbaik ditingkat Desa.

TRENDING :  Pelajar SD Kudus Angkat Budaya dan Kearifan Lokal Lewat Lomba Bercerita

Sementara itu, Kepala Desa Melati Lor, Rini Mariyani juga ikut mengapresiasi ide maupun inovasi event itu. “Diakuinya peringatan haul sebelummya belum se-meriah tahun ini,” ujarnya.

“Meski Kirab Budaya baru tahun ini diadakan, namun setidaknya dengan adanya acara tersebut bisa memberikan semangat baru warga untuk guyub, menjalin persatuan dan  kerukunan warga akan terjaga,” harapnya (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :