Kirab Budaya Warga Kaliwungu Peringati Haul Maestro Rumah Adat Kudus Mbah Rogo Moyo

oleh

Kudus, isknews.com – Memperingati haul tokoh pendahulu mereka, ratusan warga Desa Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu Kudus mengikuti pwai kirab arak -arakan gunungan nasi berkat sejauh dua kilometer, sebelum akhirnya diperebutkan dan dimakan beramai-ramai. Ini dilakukan warga pada acara kirab budaya Desa tersebut. Berbagai kebudayaan khas Kaliwungu ditampilkan. Salah satunya yang paling tersohor yakni rumah gebyok khas Kudus.

Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo turut menyaksikan kirab budaya dan visual dalam rangka Haul Mbah Rogo Moyo, sang maestro rumah adat Kudus, di desa Kaliwungu pada Jum’at (13/09/2019).

Berbicara mengenai pengukir kayu khas Kudus, desa Kaliwungu adalah gudangnya. Hal tersebut berkat Mbah Rogo Moyo yang menjadi pionir pengukir kayu di desa Kaliwungu.

TRENDING :  Duel Karya Koreografer Tari Kontemporer Indonesia Lahirkan “Pesona Silat Jawa - Minang”

Tak mengherankan, balai desa Kaliwungu dihiasi dengan ukiran-ukiran kayu. Selain itu, yang paling terkenal dari ukir Kudus adalah tumpang songo.

Sampai sekarang, tumpang songo khas Kudus buatan Mbah Rogo Moyo dapat dilihat di bangunan pendopo Kabupaten Kudus. Tumpang songo masih legendaris karena kerumitan motif dan pembuatannya.

Plt Bupati Kudus saat menerima miniatur Gebyog adat Kudus andalan Desa kaliwungu (Foto: istimewa)

Oleh karena itu, H.M. Hartopo mengimbau agar para generasi muda desa Kaliwungu ikut menjaga warisan budaya desa. Tak hanya menjaga, potensi budaya harus terus dikembangkan agar tetap lestari.

“Gebyok khas Kaliwungu memang luar biasa. Bisa saya lihat dari bangunan Balai Desa Kaliwungu yang penuh dengan ukiran. Pendopo Kudus juga dihiasi oleh ukiran karya Mbah Rogo Moyo. Saya minta generasi muda ikut menjaga dan mengembangkan potensi budaya,” ucapnya.

TRENDING :  Bupati Kudus H.Musthofa Resmikan “Kudus Trade Show 2016”

Selain ukir, kirab juga menampilkan alat pertukangan, nasi berkah yang rencananya akan dibagikan untuk warga, mitos masyarakat Asemanten, dan juga jajan pasar. Kirab yang menjadi agenda tahunan diharapkan H.M. Hartopo menjadi wisata yang dapat mengangkat desa Kaliwungu. “Selain untuk menjaga kelestarian budaya desa juga sebagai wisata masyarakat sekiataran desa,” harapnya.

Tak hanya budaya, Plt. Bupati ingin agar UMKM desa Kaliwungu terus dikembangkan. Berbagai pengembangan UMKM seperti kuliner, kerajinan tangan, maupun peralatan rumah tangga dapat memajukan desa dan mensejahterakan masyarakat.

TRENDING :  Tak Hanya Kirab, Wadah Masyarakat Angkat Budaya Dan Kearifan Lokal

“Saya yakin masyarakat desa Kaliwungu punya UMKM yang bisa dikembangkan karema warganya kreatif,” paparnya.

Sementara itu, ketua panitia Nurul abidin memaparkan terdapar 40 kontingen dan 2.050 warga yang terlibat dalam kirab tersebut. Kontingen berasal dari warga RT, RW, lembaga masyarakat, dan jamiyyah pengajian Desa Kaliwungu.

“Kirab yang sudah dilaksanakan bertahun-tahun selalu disambut masyarakat dengan antusias. Oleh karena itu, semakin tahun acaranya semakin meriah. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Hartopo yang telah datang menyaksikan kirab budaya” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :