Koleksi Museum Kretek Bertambah 3 Buku Artefaktual Peninggalan Nitisemito

oleh

Kudus, isknews.com – UPTD Museum Kretek Kudus memperoleh sumbangan tiga buah buku yang merupakan artefak asli peninggalan perusahaan insdustri rokok “Tjab Bal Tiga” milik pengusaha pribumi asal Kudus, Nitisemito.

Penyerahan dilakukan secara simbolis dalam format kajian yang dilakukan diruang utama museum kretek yang di laksanakan oleh tim ahli dari Museum Jawa Tengah Ronggowarsito Semarang danDinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus.

Dihadiri oleh Kabid Kebudayaan Disbudpar Kudus, Lilik Ngesti W,  Kasi Pelestarian Museum JawaTengah Ronggowarsito, Laela Nur Hayati serta Kepala UPTD Museum Kretek Yusron dan perwakilan keluarga H. Nitisemito, Yudhi Ernawan, Sabtu (17/10/2020).

Penyerahan simbolis 3 Buku dari keluarga Nitisemito yang diwakili oleh Yudhi Ernmawan Kabid Kebudayaan Disbudpar Kudus, Lilik Ngesti W,  Kasi Pelestarian Museum JawaTengah Ronggowarsito, Laela Nur Hayati serta Kepala UPTD Museum Kretek Yusron (Foto: YM)

Menurut Lilik Ngesti W, ketiga buku yang diserahkan tersebut adalah Buku Laporan Abon, Buku Laporan Pemasukan dari Abon serta Arsip Buku Journal Keuangan yang kesemuanya merupakan milik perusahaan industri rokok “Tjab Bal Tiga”.

“Sebelumnya, ketiga buku ini dikirimkan oleh seseorang warga Belanda Dhr. G. Ott yang beralamat di Rapenburgerstraat 159hs 1011 VM Amsterdam.  Pengiriman dilakukan pada 19 Agustus 2019 lalu melalui pos yang dialamatkan langsung ke Museum Kretek,” kata Lilik.

Laela Nur Hayati dari Museum JawaTengah Ronggowarsito, usai acara mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian tiga buku  perusahaan industri rokok “ Tjab Bal Tiga” dalam waktu sepekan.

“Sebagai tim ahli museum, kami bersama tim menilai artefaktual ini oetentik setelah dilakukan indentifikasi secara fisik dan intristik serta isi buku,” terangnya..

Setelah dikaji pihaknya menemukan simbol dan lambang yang membuktikan bahwa tiga buku itu adalah asli dan digunakan saat masa kejayaan industri rokok “Tjab Bal Tiga” milik Nitisemito.

Dari kajian itu lanjut Laela, pihaknya menegaskan bahwa ketiga buku itu asli memiliki sejarah masa sebelum kemerdekaan RI. Karena ada juga barang yang memiliki nilai sejarah tapi dipalsukan.

“Saya meyakini artefaktual peninggalan Nitisemito ini asli namun mengenai konten untuk lebih komprehensif memang masih dibutuhkan kajian terkait isi dari ketiga buku ini oleh disiplin ilmu lainnya, terutama akuntansi,” kata dia.

Sementara itu perwakilan dari keluarga H. Nitisemito, Yudhi Ernawan mengatakan sebelumnya pihaknya mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian pemkab kepada H. Nitisemito.

“Sudah sejak lama dirinya meminta kepada saudara – saudaranya yang memiliki peninggalan lebih dari eyang Nitisemito untuk diserahkan kepada Museum Kretek sebagai koleksi. Tapi karena saat itu Museum Kretek dianggap tidak ada kemajuan, maka koleksi dialihkan ke Museum Jenang.,” kata Yudhi.

Ada sejumlah koleksi milik Nitisemito yang dialihkan  di Museum Jenang, antara lain lukisan Nitisemito, sejumlah keramik dan lainnya.

Masih kata Yudhi, dengan adanya keseriusan dari pihak Museum Kretek saat ini maka pihaknya mengajak saudara – saudaranya yang lain dan memiliki kelebihan barang koleksi dari eyang Nitisemito agar diserahkan ke Museum Kretek sebagai wahana edukasi generasi yang akan datang.

“Yang terpenting pihak Museum Kretek Kudus dapat merawat dengan baik barang – barang koleksi itu,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :