Kudus, isknews.com – Petani kopi dari desa Colo berhasil meraih prestasi sebagai juara II dalam Lomba Uji Cita Rasa Kopi Jateng 2017 baru-baru ini, acara lomba Uji Cita Rasa Kopi Jateng yang merupakan agenda tahunan ini diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah.
Peserta lomba uji cita rasa kopi dari Kudus diwakili oleh kelompok tani Sedyo Dadi desa Colo yang diketuai Rusdiyono, yang berada dibawah binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kudus.
Posisi kopi di Muria itu khas karena diatas 800 meter permukaan laut. dimulai dari pemetikan dan sortasi diutamakan harus benar-benar merah utuh. Tidak boleh lagi dicampur seperti yang dilakukan para poktan sebelumnya.
Hal ini karena berpengaruh pada cita rasa. Selanjutnya perlakuan terkait sangrai untuk selanjutnya dijadikan bubuk. Proses penggorengan tidak boleh gosong namun masaknya serempak.
Hal it disampaikan oleh Kepala Distanpangan Kudus, Catur Sulistyanto ketika menjelaskan .produksi kopi muria didampingi Kartoyo S.PKP, Koordinator BPP Kecamatan Dawe.
“ Kopi merupakan produk bahan kenikmatan yang pemasarannya 90 persen ditentukan dengan kualitas, sehingga proses ini memang membutuhkan tangan-tangan khusus dari tenaga yang sabar,” Ujar Catur, Kamis (07/11/17).

Hasilnya tidak sia-sia, dalam lomba yang diikuti kelompok tani dari 18 kabupaten sentra perkebunan kopi di Jawa Tengah masuk dalam nominasi finalis pada kategori kopi Jenis Robusta.
Kemudian berdasarkan penilaian dari tiga juri yaitu Yusianto dari Puslitkoka ( Pusat Penelitian kopi dan Kakao Jember Jatim), Moelyono ketua AEKI ( Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia) Jateng dan Harjanto pemiliki De’Coffe Wonosobo, kopi muria memperoleh juara II.
Juara I diraih Kelompok Tani Karya Bakti II desa Jambu Kabupaten Semarang. Sementara perlombaan kopi jenis Arabika diraih kelompok tani Dadi makmur asal desa Tambakboyo Kabupaten Batang.
“ Jadi Kopi dari Muria Kudus ini mempunyai kualitas yang bagus. Dengan prestasi ini bisa semakin meningkatkan kreasi untuk terus memproduksi kopi berkualitas. Selama ini para petani ini memetik kopinya campur. Maksutnya ada yang belum masak bahkan hijau. Setelah paham dengan raihan prestasi ini, kita berharap menambah pengetahuan bagi mereka ,” tuturnya.
Pembinaan pada petani juga dilakukan Dispertanpangan Kudus melalui BPP Dawe dengan memberikan bantuan bibit kopi robusta dari Kabupaten Jember Jawa Timur. Saat ini total lahan yang dikelola petani secara turun temurun baik lahan pribadi maupun perhutani mencapai 125 hektar.
Guna mempermudah akses ke perkebunan kopi, pemerintah memberikan bantuan berupa akses jalan produksi.
Ke depan nanti kita akan usahakan bantuan untuk alat pengolahan. Sehingga petani nanti tidak menjual dengan harga murah. Apalagi selama ini kan kopi yang dijual karungan dikemasi oleh kabupaten lain.
” Dengan diolah sendiri, tentu akan makin meningkatkan kesejahteraan para petani di Colo,” tandasnya. (YM)











