KPU Kudus Akhirnya Buka Suara, Klarifikasi Insiden Kades Yang Merasa Dilecehkan

oleh -720 Dilihat
oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Rapat konsolidasi penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) serta Bupati dan Wakil Bupati Kudus 2018, yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus, di GOR Bung Karno, Jumat (19/12/2017), sempat diwarnai insiden miskomunikasi antara puluhan kepala desa (Kades) dengan petugas absensi KPU.

Para kades merasa telah dilecehkan KPU Kudus. Sebab mereka datang untuk memenuhi undangan KPU Kudus, namun setelah sampai di lokasi ditolak oleh petugas absensi. Seperti yang diberitakan sebelumnya Ketua Paguyuban Kepala Desa (PPKD) Kudus Kiswo mengatakan hal itu kepada ISKNEWS.COM, Rabu (20/12/2017).

“Kata petugas absensi daftar absensi sudah penuh, padahal yang datang sekitar 50 kades. Bagaimana mungkin bisa penuh padahal kadesnya baru datang, kades dapat undangan resmi dari KPU Kudus,” ujarnya.

Usai mengatakan daftar absensi penuh, petugas kemudian memasukkan daftar absen beserta souvenir ke dalam mobil. Terkait hal itu Kiswo sangat menyesalkan sikap dari petugas KPU Kudus tersebut.

Dirinya menganggap ini merupakan penghinaan terhadap kades. Sebab kades merupakan salah satu unsur penting yang dapat membantu menyampaikan informasi terkait Pilkada 2018 kepada masyarakat.

Meskipun datang terlambat, lanjutnya, seharusnya tidak mendapat “pelecehan” seperti itu. Seyogyanya tetap dipersilakan masuk karena termasuk pihak yang mendapat undangan resmi dari KPU Kudus.

Dikatakannya, meskipun datang terlambat namun acara masih berjalan. Masih ada pemaparan dari narasumber. “Petugasnya itu apa tidak mengetahui kalau yang datang puluhan orang itu adalah kades? Padahal kades memakai seragam keki dan atribut lengkap,” tambahnya.

Kiswo menambahkan, menurut keterangan kades yang ada di lokasi saat kejadian Ketua KPU Kudus sudah minta maaf secara langsung dan mempersilakan masuk. Namun karena sudah terlanjur kecewa akhirnya para kades memutuskan pulang.

Terkait miskomunikasi tersebut akhirnya KPU Kudus mengundang seluruh kades se-Kudus, dengan maksud meminta maaf secara langsung dan kembali merajut kemitraan yang baik. Acara temu KPU Kudus dengan kades dilaksanakan di Warung Kudusan, Jumat (22/12/2017).

Sayang niat baik dari KPU Kudus kurang mendapat respon dari para kades. Hanya 12 kades yang bersedia hadir. Itu pun yang bertahan hingga akhir hanya tiga kades saja, sedangkan sembilan lainnya pulang sebelum acara dimulai.

Acara yang dijadwalkan pukul 13.00 WIB memang molor hingga pukul 15.00 WIB. Karena KPU Kudus menunggu kedatangan para kades, hanya saja setelah ditunggu hingga pukul 15.00 WIB tidak ada tambahan kades yang datang.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi akhirnya memutuskan menggelar jumpa pers bersama tiga kades yang tetap bertahan, yakni Kades Pasuruhan Kidul Sunarto, Kades Pasuruhan Lor Noor Badri, dan Kades Ploso Bambang.

Khanafi mengklarifikasi insiden yang terjadi antara pihaknya, dalam hal ini petugas absensi dengan puluhan kades. Kegiatan konsolidasi Pilkasa 2018 yang telah dilaksanakan mengundang berbagai unsur masyarakat, termasuk kades se-Kudus.

Sesuai jadwal acara dilaksanakan pukul 09.00 WIB, akan tetapi karena hujan baru dimulai pukul 10.00 WIB. Pada sekira pukul 12.05 WIB, puluhan kades baru datang karena baru selesai menghadiri acara yang diadakan BPJS Ketenagakerjaa pada hari yang sama di Hotel Griptha.

Pada waktu itu, lanjutnya, terjadi insiden yang kurang berkenan untuk para kades. Proses kejadian di luar perencanaan dan keinginan dari KPU, karena acara hanya tinggal satu sesi. Berhubung hanya tinggal satu sesi petugas absensi mulai membersihkan buku absensi dan berkas lainnya.

Namun hal itu ternyata membuat tersinggung para kades, dikira menolak memberikan absen. Waktu itu di petugas penerima tamu sudah mulai membersihkan absensi. Dan itu menjadi kekurangnyamanan dari para kades yang hadir.

“Sewaktu kejadian saya masih berada di dalam, kemudian saya ke luar berusaha menenangkan para kades sekaligus minta maaf,” tutur Khanafi.

Dia menambahkan, Pilkada 2018 tidak akan mungkin berjalan dengan baik tanpa dukungan dari semua elemen masyarakat. Tak terkecuali para kades yang merupakan pemimpin di desa masing-masing.

Untuk itu, dia mewakili KPU Kudus secara resmi memohon maaf kepada seluruh kades di Kudus terkait miskomunikasi yang terjadi. “Mari kita rajut kembali hubungan kemitraan yang telah berjalan baik. Jangan sampai kesalahpahaman ini merugikan kepentingan lain yang lebih besar,” katanya.

Terkait postingan Kades Undaan Lor Edi Pranoto yang menyarankan Ketua KPU Kudus agar menyambangi satu per satu kades seluruh Kudus, Khanafi menyampaikan selama itu realistis dirinya bersedia. Tapi ia berpendapat permintaan itu tidak realistis. (MK)

No More Posts Available.

No more pages to load.