KUDUS, ISKNEWS.COM – Kebakaran yang menghanguskan gudang penyimpanan spare part sepeda motor di Dukuh Krajan Lor, Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin (27/7/2026), diduga berawal dari percikan api saat sebuah blower dinyalakan. Peristiwa tersebut menyebabkan ribuan spare part ludes terbakar dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.
Gudang tersebut diketahui milik Muchamad Nasrun. Saat insiden terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, korban bersama sekitar 13 karyawan sedang melakukan aktivitas pengemasan (packing) spare part kendaraan roda dua di dalam gudang.
Ahmad Munaji, Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, menjelaskan berdasarkan hasil penyelidikan awal, salah seorang karyawan menghidupkan blower atau alat penyedot asap melalui stop kontak. Namun, sesaat setelah alat tersebut dinyalakan muncul percikan api yang langsung menyambar barang-barang di sekitarnya.
“Percikan api kemudian dengan cepat membesar karena di sekitar blower terdapat banyak material yang mudah terbakar. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik, namun penyelidikan masih terus dilakukan,” ujarnya.
Melihat kobaran api semakin membesar, para karyawan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Akan tetapi, upaya tersebut tidak berhasil lantaran api terus merambat ke seluruh bagian gudang yang dipenuhi berbagai komponen kendaraan bermotor.
Laporan kebakaran kemudian diteruskan kepada petugas pemadam. Sejumlah armada dari PT Nojorono, BPBD Kabupaten Kudus, Satpol PP, dan PT Pura diterjunkan ke lokasi. Bersama warga sekitar, petugas berjibaku memadamkan api hingga akhirnya kobaran berhasil dikendalikan sekitar pukul 11.45 WIB.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 10.000 unit spare part berbagai jenis sepeda motor hangus terbakar. Selain itu, satu unit blower, satu unit kompresor, serta bangunan gudang berbahan galvalum berukuran kurang lebih 20 x 20 meter juga mengalami kerusakan berat.
Munaji memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kendati demikian, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan penyebab kebakaran. Masyarakat juga diimbau agar lebih rutin memeriksa instalasi listrik dan peralatan elektronik di tempat usaha guna mencegah terulangnya peristiwa serupa. (AS/YM)






