Termasuk 20 Kota di Indonesia, Kudus Dipetakan Unesco Dalam Jalur Rempah Nusantara

oleh -2.468 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Wilayah Kabupaten Kudus meski bukan kawasan penghasil rempah serta tidak memiliki pelabuhan dagang besar seperti di 4 kabupaten lain di Jawa Tengah. Namun Kawasan ini masuk kedalam peta Jalur Rempah Nusantara yang kini sedang disusun oleh United Nations Educational, Scientific dan Cultural Organization (UNESCO) atau Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahun dan Kebudayaan dunia dibawah PBB.

Kebaharian Nusantara menjadi jejak sejarah dimana berkembangnya pelayaran dan perdagangan dipicu oleh komoditi unggulan dari Nusantara, yakni rempah-rempah. Jejak tersebut yang membentuk Jalur Rempah; sebuah jalur abstrak tetapi nyata; dilaut dan didarat.

Jalur Rempah inilah yang menjadi simpul peradaban bahari Nusantara, warisan budaya kebanggaan Indonesia. Bagaimana pentingnya sebuah narasi yang kuat dalam proses rekonstruksi Jalur Rempah menuju warisan dunia UNESCO.

Ilustrasi peta jalur rempah nusantara (Foto: YM)

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Lilik Ngesti W, dirinya membenarkan Kabupaten Kudus telah masuk dalam daftar rencana aksi penyusunan Jalur Rempah Indonesia.

‘’Ya benar, Kudus masuk dalam lima titik jalur rempah di Jawa tengah, bersama Kabupaten Rembang, Pati, Jepara, Kota Semarang. Pemetaan “Jalur Rempah” di Indonesia itu meski baru akan dimulai pada 2021-2024 mendatang, namun kami sudah diberitahu bahwa Kudus termasuk satu diantaranya,’’ terangnya.

Menurut Lilik, Kudus termaktub dalam peta jalur rempah ini karena menjadi tempat transit dan penampungan terbesar serta pemasok mata dagangan rempah-rempah di Indonesia.

“Termasuk rempah berupa cengkih yang banyak dipasok ke Kudus sebagai bahan baku rokok kretek sehingga merupakan pasar terbesar komoditas cengkih di Indonesia kala itu,” tuturnya.

Wacana itu pun disambut baik oleh sejumlah komunitas dan pegiat sejarah di Indonesia. Tercatat ada 20 titik jalur rempah dari Aceh sampai Papua yang akan diusulkan UNESCO menjadi warisan budaya. Sedang di Jawa Tengah, ada lima titik jalur rempah yakni Kabupaten Rembang, Pati, Kudus, Jepara, dan Kota Semarang.

Sekretaris Komunitas Sejarah Arga Kencana, Ragil Haryo saat ditemui di Kudus belum lama ini mengaku sedang ada rencana pembuatan jalur rempah itu. Rencana itu pun sesuai dengan karakteristik masyarakat Kudus yakni pedagang, baik yang berasal dari penganut tionghoa maupun pribumi.

‘’Dari sisi kuliner, juga terlihat jelas memiliki kandungan rempah yang kuat. Seperti nasi gandul, kepala manyung, dan jenis masakan lainnya,’’ ujar Arga.

Menurut Dia, jalan pantai utara (Pantura) ini juga merupakan jalur perdagangan masyarakat, yang biasanya menjadi rute pertukaran rempah-rempah dan hasil bumi lainnya. Proses pengirimannya, dimulai dari wilayah Kecamatan Tayu dan Juwana, Pati karena terdapat dermaga besar di sana.

‘’Saat itu masih menggunakan sistem barter,’’ imbuhnya.

Arga berharap, lima titik jalur rempah di Jawa Tengah yang akan diusulkan UNESCO sebagai warisan dunia itu, dapat berimbas pada sektor perekonomian dan mamou meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‘’Diharapkan pula, bisa disinkronkan sehingga bisa mendorong segala sektor,’’ tandasnya.

Sementara Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Sukronedi menuturkan, penyusunan aksi pembuatan jalur rempah ini menggunakan anggaran dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Meski demikian, pemerintah daerah diharapkan dapat mendukung kesiapan wilayahnya.

‘’Lima wilayah di Jawa Tengah ini sudah siap melaksanakan penyusunan aksi jalur rempah ini,’’ ungkapnya.

Adapun teknis penyusunan jalur rempah, kata Sukornedi, masing-masing Kabupaten/Kota akan melakukan pelestarian, perlindungan dan pemanfaatan peninggalan atau bukti-bukti adanya jalur perdagangan rempah. Dengan demikian, masyarakat harus dilibatkan dalam penyusunan jalur rempah itu.

Tidak cukup hanya itu, sambungnya, pemerintah juga harus memiliki komitmen yang besar dan bersedia menjaga peninggalan sejarah tersebut. Sebab melihat pengalaman sebelumnya, banyak pemerintah daerah yang kurang peduli terhadap pelestarian sejarah karena tidak adanya nilai ekonomis.

‘’Dari pemerintah sudah siapkan anggaran sebesar Rp 300 juta, untuk pelaksanaan awal penyusunan jalur rempah ini,’’ tandasnya. (YM/YM)

“Namun Kudus adalah kawasan penampung terbesar produk rempah di Indonesia, sebagian besar untuk bahan baku rokok kretek dan sentra perdagangan rempah terbesar di Indonesia kala itu,” terang Lilik. (YM/YM)

        
KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.