Lahan Tebu Terbakar, Warga Kedungsari Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar 100 Persen

oleh -1342 Dilihat
Proses evakuasi korban. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Seorang warga Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat terjadi kebakaran lahan tebu di area persawahan setempat, Rabu (10/6/2026).

Korban diketahui bernama Ngatmono (70), warga Dukuh Bogol RT 05 RW 03 Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog. Korban ditemukan pada Kamis (11/6/2026) pagi setelah tim gabungan melakukan operasi pencarian di lokasi kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya kebakaran lahan tebu yang disertai informasi seorang warga belum kembali dari area persawahan.

“Setelah mendapatkan laporan, tim relawan yang tergabung dalam Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kudus bersama unsur terkait langsung menindaklanjuti dengan melakukan pencarian dan penanganan di lokasi kejadian,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula pada Rabu sekitar pukul 15.00 WIB saat Sarlan (70) dan Sri (65), warga Dukuh Bogol yang sedang merambat tanaman kacang di area persawahan, melihat kobaran api dari lahan tebu di sekitar sawah milik korban.

Sekitar pukul 15.10 WIB, Sarlan mendekati lokasi kebakaran dan berusaha mencari Ngatmono dengan memanggil namanya. Namun, tidak ada jawaban dari korban.

Menjelang sore, Sri pulang ke rumah untuk menghubungi keluarga dan warga sekitar. Selanjutnya, warga bersama keluarga mulai melakukan pencarian sekaligus berupaya memadamkan api menggunakan peralatan sederhana.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.50 WIB. Setelah api padam, warga menemukan sebuah arit yang diduga digunakan korban. Namun keberadaan Ngatmono belum diketahui.

Setelah dicari oleh keluarga dan warga sekitar hingga malam hari, korban belum juga ditemukan. Upaya pencarian kemudian melibatkan aparat Polsek Gebog, Koramil Gebog, relawan FRPB Kudus, serta BAGANA untuk menyisir area kebakaran dan lokasi di sekitarnya. Namun hingga operasi hari pertama ditutup menjelang tengah malam, keberadaan korban masih belum diketahui sehingga pencarian dilanjutkan keesokan harinya.

“Karena korban belum ditemukan pada hari pertama, operasi pencarian dilanjutkan kembali pada Kamis pagi dengan melibatkan tim gabungan dan warga sekitar,” kata Eko.

Pada Kamis (11/6/2026) pukul 08.20 WIB, tim relawan yang tergabung dalam FRPB Kudus bersama warga kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Sekitar pukul 08.40 WIB, korban akhirnya ditemukan oleh keponakannya, Edi Cahyono (35), dalam kondisi tengkurap di area kebakaran.

Mengetahui temuan tersebut, Edi segera memanggil tim relawan untuk membantu proses evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke rumah korban guna dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan kepolisian.

Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan dokter Naila dari Puskesmas Gondosari bersama tim Inafis, korban mengalami luka bakar hingga 100 persen pada tubuhnya. Petugas juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Dari hasil identifikasi, korban mengalami luka bakar 100 persen dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup,” jelas Eko.

Dalam operasi pencarian dan evakuasi tersebut, unsur yang terlibat meliputi Polsek Gebog, Koramil Gebog, FRPB Kudus, BAGANA Kudus, Pemerintah Desa Kedungsari, Pemerintah Kecamatan Gebog, serta warga sekitar. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.