Lantai Dasar Bocor, Kolam Renang Standart Nasional Milik Pemkab Terlantar

oleh -927 kali dibaca

KUDUS, isknews.com – Salah satu kolam renang milik Pemerintah Kabuaten (Pemkab) Kudus, yang berada di dalam komplek fasilitas olahraga renang, yang dikelola Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, di Wergu Wetan, Kecamatan Kota Kudus, mengalami kebocoran pada bagian lantai dasar. Kondisi itu menyebabkan kolam renang standart nasional itu tidak bisa berfungsi, sehingga terlantar.
Pantaun isknews.com, Sabtu (12/12), dari dua kolam renang yang berada di dalam komplek lingkungan kolam renang pada gapura atau pintu masuk utamanya sedang direhab, letaknya di sebelah timur, yang mengalami kerusakan atau kebocoran. Hal itu jelas bisa dilihat pada bagian lantai berwarna biru, yang beberapa lantainya mengelupas, yakni pada sisi sebelah utara.
Kerusakan itu diduga sudah cukup lama, dan belum ada upaya perbaikan, terlihat pada bagian sisi selatan, yang masih ada airnya, akan tetapi air tersebut kotor dan berlumut. Sementara jalan setapak menuju ke arah kolam renang standart nasional, sepanjang 50 meter terdiri atas empat lintasan itu, yang terbuat dari cor-coran semen, ditumbuhi rumput.
Menurut, Selamet, salah seorang petugas loket yang juga merangkap pemelihara kolam renang tersebut, kebocoran yang terjadi pada kolam renang itu sudah berlangsung cukup lama, seingatnya sudah hampir satu tahun. “sebelumnya juga sudah pernah bocor, dan sudah diperbaiki, tapi sekarang bocor lagi.”
Sebagai petugas yang dipekerjakan di kolam renang, bersama 4 rekannya, dia bisa merasakann kalau anggaran yang dialokasikan untuk biaya operasional kolam renang itu masih kurang. Hal itu masih ditambah dengan penanganan pengelolaan air yang masih secara manual, baik pengurasan maupun pengisian air ke dalam kolam renang.
“Kalau kolam renang di hotel-hotel airnya mengalir terus, sehingga kebersihan airnya terjaga. Kalau di sini, kalau sudah saatnya diganti, airnya disedot, dan di kasih obat, terus diganti dengan air yang baru. Air diambil dari sumur dalam, yang jumlahnya 5 buah.”
Selamet, yang sudah diangkat menjadi PNS itu, menambahkan jumlah pengunjung kolam renang milik Pemkab itu belum bisa sebanyak yang diharapkan. Pada hari-hari biasa, hanya 10 orang, bahkan sering kurang dari jumlah itu. “Hanya pada hari Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjungnya agak banyak, bisa 20 sampai 25 orang.” (DM)


KOMENTAR SEDULUR ISK :