Lebaran, Jam Besuk di Rutan Ditambah

oleh -1,136 kali dibaca

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Jam besuk bagi penghuni rumah tahanan (Rutan) Kelas IIB Jepara selama lebaran lebih panjang dari hari biasanya. Jika di hari normal, jam besuk diberlakukan mulai pukul 09.00 -13.00, maka selama lebaran ini jam besuk ditambah sampai pukul 15.00 WIB. Hal ini disampaikan oleh Kepala Rutan Jepara Slamet Wiryono, Kamis (29/6/2017).

Menurut Slamet, tambahan waktu besuk akan berlaku hingga tujuh hari selepas lebaran. Setelahnya baru diberlakukan jam normal. Selain menambah durasi jam besuk, pihak rutan juga menyediakan aula Rutan untuk digunakan sebagai tempat bertemunya penghuni rutan dengan keluarganya ini. “Selama lebaran, kita memang memberikan waktu ekstra bagi para pembesuk. Untuk menampung banyaknya keluarga napi maupun tahanan yang datang, kita juga memanfaatkan ruang aula yang berkapasitas lebih besar,” ujar Slamet.

Slamet menambahkan, meskipun jam besuk nya diperpanjang, Rutan tetap memberikan batasan bagi pembesuk. Hal ini lantaran animo berkunjungnya sangat luar biasa, sehingga untuk memberikan rasa keadilan bagi pembesuk lain, diberikan waktu antara 10 hingga 15 menit. “Namun demikian, karena memperhatikan faktor keamanan dan kapasitas ruangan, untuk pendaftaran pembesuk diberikan tenggat khusus. Biar adil memang kita batasi maksimal 15 menit, agar bisa bergantian bagi yang lain,” jelasnya.

Hingga hari keempat lebaran, kata Slamet, sudah ada 1.355 keluarga dari warga binaan yang datang menjenguk dan menyesali aula Rutan Jepara. Kunjungan terbanyak ada pada hari ketiga pasca lebaran yakni 748 pembesuk. Sedangkan hari pertama ada 257 orang, hari selanjutnya ada 170. Kemudian di hari keempat ada 180 orang pembesuk.

Lebih lanjut Slamet mengemukakan, untuk menjaga keamanan, pihak rutan bekerjasama dengan kepolisian maupun TNI. Petugas menerjunkan personel untuk ikut membantu pengamanan saat jumlah pembesuk membludak. Dari sisi internal, petugas rutan juga memberlakukan double check kepada pengunjung, dengan menggeledah barang maupun orang, dengan metal detector ataupun secara manual. “Pengamanan selain melibatkan dari dalam, kira juga minta bantuan dari polisi dan TNI saat pembesuk membludak,” tandasnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :