Liga 3 Dibatalkan, Persiku Tuai Kritik Penggunaan Dana APBD

oleh

Kudus, isknews.com – Tanpa diketahui siapa pemasangnya, sejumlah sudut di kota kretek Kudus sejak kemarin bertebaran berbagai spanduk yang bertuliskan pengkritisian terhadap manajemen Persiku, Askab bahkan juga menyebut nama KONI Kudus.

Isi tulisan di spanduk yang ditulis menggunakan cat semprot itu sebagaian besar menyorot soal penggunaan dana dikaitkan dengan Kompetisi Liga 3 tahun 2020 yang hingga kini belum jelas, malah sejumlah sumber mengatakan berpotensi kuat batal. Intinya menuntut transparansi pengelolaan anggaran Persiku apalagi manajemen Persiku saat ini memang telah menerima gelontoran uang hingga Rp 900 juta.

Sebuah spanduk kritis kepada Persiku yang terpampang di JPO Alun-alun Simpang Tujuh Kudus (Foto: istimewa)

Beberapa tulisan dalam spanduk misalnya ”Persiku dibenci namun APBD dinanti”, ”Sepak bola hampir mati di kota Industri” dan ”Liga dibatalkan dana cair APBD Persiku dibuat apa semua ya!!!!??”. Tulisan dipasang di berbagai jalan utama Kota Keretek sehingga mendapat perhatian warga yang melintas.

Namun sejumlah pihak menduga bahwa pemasang spanduk ini adalah dari para simpatisan suporter Suporter Macan Muria (SMM), hal itu seperti tersirat diakui oleh ketua Suporter Macan Muria (SMM) Iqbal Tawakkal, ketika dikonfirmasi awak media.

Meski ia menegaskan tidak ada instruksi resmi pemasangan spanduk-spanduk tersebut dari pihaknya. Namun, dia mengakui sejumlah anggota meminta izin untuk memasangnya.

”Menurut saya, tidak apa-apa karena tidak menyakiti orang,
Mungkin dengan cara seperti itu manajemen mendengar suara suporter,” katanya, Senin (05/10/2020).

Spandung juga terpampang disejumlah sudut kota, termjasuk di perempatan karetan Mlati Kidul (Foto: istimewa)

Seingatnya, selaku anggota panitia seleksi Manajer Persiku beberapa waktu yang lalu, salah satu hal yang diminta dilakukan sosok terpilih yakni audiensi. ”Hal tersebut belum dilakukan Sunarto hingga kini,” jelasnya.

Ditanyakan Sebagian pendukung saat sekarang menanyakan dana Rp 400 juta dan kemudian dilanjutkan pencairan Rp 500 juta, digunakan untuk apa saja.

Menurutnya, pernyataan tersebut wajar karena hingga saat sekarang belum ada kejelasan soal Liga 3. Seharusnya, jika kompetisi belum pasti pengucuran dana tidak perlu dibuat gaduh.

“Kemarin sampai ribut butuh dana, kini sekarang pas sudah cair uang mau dibawa ke mana, jangan sampai habis untuk biaya uji coba antar kampung dan sparing saja. Mungkin kalau Persiku tidak didukung APBD, akan lain ceritanya,” ujarnya.

Sementara itu, manajer Persiku, Sunarto, kepada awak media memastikan menggunakan dana sesuai ketentuan. Mengenai kemungkinan manajemen menghentikan latihan, belum dapat dilakukan.

”Kami masih menunggu kejelasan dari Asprov. Jika Asprov sudah memberi pernyataan Liga 3 tidak digelar, Kami akan segera tutup buku atau mengakhiri semua rangkaian persiapan tim mengikuti kompetisi,” kata dia.

Menurutnya, pihaknya masih menunggu petunjuk KONI karena dirinya dipilih panitia seleksi yang didalamnya terdapat unsur pengurus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :