Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus mulai menyosialisasikan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-477 lebih awal, meski peringatannya baru akan digelar pada 23 September 2026 mendatang. Langkah ini dilakukan agar masyarakat memiliki waktu lebih panjang untuk memahami makna filosofi yang terkandung sekaligus berpartisipasi dalam menyemarakkan hari jadi daerah.
Meski belum diluncurkan secara resmi, desain logo tersebut telah lebih dulu beredar luas di media sosial dan menarik perhatian publik. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, logo kali ini bukan hasil sayembara atau lomba desain, melainkan karya langsung Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.
Sam’ani menjelaskan, sosialisasi sejak dini merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, logo hari jadi tidak sekadar simbol visual, tetapi juga representasi semangat dan jati diri masyarakat Kudus.
“Memang masih lama, tapi kita ingin sosialisasi dan edukasi. Supaya masyarakat paham maknanya dan bisa ikut menyemarakkan,” ujarnya.
Tema yang diusung dalam HUT ke-477 Kudus adalah “Urup Nguripi”, yang dalam bahasa Jawa berarti menyala dan menghidupi sesama. Tema ini mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian sosial yang menjadi karakter masyarakat Kudus.
Secara visual, angka “4” pada logo didesain menyerupai api yang menyala sebagai simbol semangat yang terus hidup dalam berkarya dan membangun daerah. Api dimaknai sebagai energi kehidupan yang mendorong kemajuan di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, infrastruktur hingga ekonomi.
Sementara itu, angka “77” divisualisasikan sebagai dua tiang kokoh yang saling menyangga. Bentuk tersebut melambangkan kuatnya budaya gotong royong masyarakat Kudus yang saling menopang dalam kehidupan sehari-hari.
Unsur lokalitas semakin diperkuat dengan hadirnya bentuk daun tembakau di bagian bawah logo. Simbol ini menegaskan identitas Kudus sebagai Kota Kretek yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat.
Tak hanya itu, dalam desain tersebut juga tersirat bentuk gerbang, menara, hingga nuansa religius yang merepresentasikan kekhasan Kudus sebagai daerah yang memadukan nilai budaya dan agama. Sam’ani menyebut, konsep ini merupakan wujud kolaborasi antara kultur dan religiusitas yang telah lama mengakar.
“Api itu kehidupan, semangat kita dalam berkarya dan bekerja untuk bangsa dan negara,” imbuhnya.
Tercatat, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris telah dua kali menciptakan desain logo Hari Jadi Kabupaten Kudus. Latar belakangnya sebagai doktor arsitektur turut memengaruhi gaya desain yang dihasilkan, yang tidak hanya menonjolkan aspek estetika, tetapi juga sarat dengan filosofi ruang, simbol, dan identitas lokal.
Pendekatan tersebut terlihat dari bagaimana setiap elemen dalam logo dirancang memiliki makna mendalam. Dengan bekal keilmuan arsitektur, ia berupaya menghadirkan karya visual yang tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga mampu merepresentasikan karakter masyarakat Kudus secara utuh.
Dengan sosialisasi yang dilakukan lebih awal, Pemkab Kudus berharap masyarakat tidak hanya mengenal logo secara visual, tetapi juga menghayati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Momentum HUT ke-477 pun diharapkan menjadi penguat kebersamaan sekaligus pendorong semangat untuk terus membangun Kudus yang lebih maju, sejahtera, dan religius. (YM/YM)








