KUDUS, ISKNEWS.COM – Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) PCNU Kabupaten Kudus terus mengampanyekan pertanian organik sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Melalui Madrasah Kader Pertanian (MKP) Batch 1 yang digelar bersama MWC NU Dawe, Sabtu (18/7/2026), peserta didorong memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung MWC NU Kecamatan Dawe itu diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai unsur, mulai Banser, Fatayat NU, tenaga pendidik, hingga tokoh masyarakat. Program kaderisasi tersebut disiapkan untuk mencetak kader pertanian yang mandiri, produktif, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis pertanian organik.
Ketua LPPNU PCNU Kabupaten Kudus, H. Ahmad Amin Mustafid, menjelaskan bahwa bertani tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah dan bentuk tanggung jawab manusia dalam menjaga kelestarian bumi.
“Sebagai Khalifah fil Ardh, kita diberi amanah untuk memakmurkan bumi, bukan merusaknya dengan penggunaan bahan kimia secara berlebihan. Dengan memanfaatkan pekarangan melalui budidaya polibag organik, setiap keluarga dapat memenuhi sebagian kebutuhan sayur sekaligus menjaga ekosistem tanah tetap hidup,” ujarnya.
Menurutnya, satu rumah tangga yang memiliki 10 hingga 15 polibag tanaman sayuran sudah mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus menyediakan pangan yang lebih sehat bagi keluarga.
Ahmad Amin juga memperkenalkan konsep “sedekah oksigen” melalui gerakan penghijauan pekarangan. Ia menjelaskan bahwa setiap tanaman yang tumbuh tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga memberikan manfaat ekologis dengan menghasilkan udara yang lebih bersih bagi lingkungan sekitar.
“Menanam bukan sekadar memanen hasilnya. Setiap tanaman yang kita rawat juga menjadi sedekah oksigen bagi sesama dan bagian dari ikhtiar menjaga kelestarian alam,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari teknik pembuatan media tanam organik berbahan limbah dapur dan kotoran ternak hingga pengelolaan tanaman agar menghasilkan panen yang optimal.
Dalam forum tersebut, peserta juga mengusulkan pelatihan lanjutan mengenai budidaya aneka rempah, khususnya cabai jawa berbasis organik. Usulan itu dinilai sesuai dengan potensi wilayah Kecamatan Dawe yang berada di kawasan lereng Gunung Muria dan memiliki peluang pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi NasDem, H. Akhwan Sukandar, S.H., yang hadir sebagai pembicara kunci memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Madrasah Kader Pertanian. Menurutnya, ketahanan pangan harus dimulai dari tingkat keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.
“Ketahanan pangan pondasinya dimulai dari rumah tangga. Dengan beralih ke pertanian organik, kita ikut menjaga kesuburan tanah sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan. Kami di DPRD Jawa Tengah siap mendukung program pemberdayaan masyarakat seperti ini,” tegasnya.
Melalui Madrasah Kader Pertanian Batch 1, LPPNU Kudus berharap lahir kader-kader yang mampu menjadi pelopor pertanian organik di lingkungan masing-masing. Selain memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri, para kader diharapkan dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat sehingga gerakan pertanian organik semakin berkembang di Kabupaten Kudus. (AS/YM)






