Kudus, isknews.com – Persiapan pelaksanaan Dandangan 2026 di Kabupaten Kudus memasuki tahap akhir. Proses loading tenda resmi dimulai malam ini, seiring dimatangkannya seluruh kesiapan teknis dan infrastruktur pendukung menjelang pembukaan pada Senin, 9 Februari 2026 di kawasan Alun-alun Kudus.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyampaikan bahwa tahapan persiapan telah dilakukan sejak awal Februari dan kini memasuki fase krusial.
“Loading dimulai malam ini sebagai bagian dari persiapan akhir. Penataan tenda, kelistrikan, jalur akses, hingga fasilitas pendukung sudah kami siapkan agar pelaksanaan Dandangan berjalan tertib dan nyaman,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, secara teknis loading dan penataan tenda telah dijadwalkan sejak 5 hingga 8 Februari 2026, sebelum kegiatan resmi dimulai pada 9 Februari. Selama masa persiapan tersebut, dilakukan pemasangan tenda, instalasi listrik, penataan jalur pengunjung, serta pengamanan area.
Sebanyak 527 lapak resmi yang telah terisi penuh oleh para pedagang kaki lima (PKL) akan memadati area tengah Alun-alun Kudus. Lapak-lapak tersebut akan diisi berbagai produk, mulai dari kuliner, fashion, aksesoris, hingga produk multiproduct lainnya.
Managing Director PT Manajemen Dandangan, Anjas Pramono, menyebutkan sektor fashion menjadi salah satu daya tarik utama pada Dandangan 2026.
“Yang menarik, nanti ada 48 tenda khusus fashion yang mayoritas diisi brand lokal Kudus. Ada Alora, Dinda Store, Tan’em, Nad Hijab, dan sejumlah brand lokal lainnya,” ujar Anjas.
Selain itu, Anjas memastikan dominasi pedagang lokal tetap terjaga, khususnya di kawasan strategis sepanjang Jembatan Kali Gelis hingga Perempatan Jember.
“Di area Jembatan Kali Gelis sampai Perempatan Jember, sekitar 80 persen stan diisi pedagang lokal. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah yang memberikan subsidi biaya sewa lapak,” jelasnya.
Dari sisi infrastruktur pendukung, panitia bersama pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan dan keamanan pengunjung. Di antaranya sekitar 10 unit WC portable yang ditempatkan di sejumlah titik strategis, serta sekitar 80 titik tong sampah yang tersebar di kawasan kegiatan.
“Kami menyediakan sekitar 10 WC portable dan menyiapkan kurang lebih 80 titik tong sampah. Harapan kami pengunjung bisa nyaman dan lingkungan tetap terjaga,” tukas Anjas.
Selain fasilitas sanitasi dan kebersihan, panitia juga menyiapkan sistem kelistrikan terpusat, penerangan kawasan, jalur evakuasi, serta memastikan akses jalan tetap terbuka selama kegiatan berlangsung. Pedagang di luar tenda resmi juga ditata dan dikoordinasikan dengan pemerintah desa setempat agar tidak menutup badan jalan.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas pengunjung, panitia menyiapkan kantong-kantong parkir yang tersebar di sekitar Alun-alun Kudus, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Penempatan kantong parkir dilakukan dengan mempertimbangkan kelancaran arus lalu lintas dan akses darurat.
Selama pelaksanaan Dandangan 2026, jam operasional pedagang ditetapkan mulai pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB. Sementara aktivitas persiapan dan bongkar muat dilakukan di luar jam tersebut.
Dengan kesiapan 527 lapak, dukungan infrastruktur mulai dari tenda, listrik, WC portable, tong sampah, hingga kantong parkir, Dandangan 2026 diharapkan dapat berjalan tertib, aman, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan UMKM lokal menjelang bulan Ramadan.











