Masan : Kualitas Pendidikan Di Kudus Belum Merata, Siswa Berprestasi Masih Didominasi Sekolah Favorit

oleh -217 Dilihat

KUDUS, isknews.com – Program peningkatan kualitas dan pendidikan belum merata di semua sekolah maupun di Wilayah Kabupaten Kudus. “Siswa-siswa berprestasi masih didominasi sekolah-sekolah tertentu yang favorit,” kata Ketua DPRD Kabupaten Kudus, H Masan.
Pendidikan menjadi salah urusan wajib, dalam rekomendasi yang disampaikan DPRD Kabupaten Kudus, terhadap LKPJ Bupati Kudus akhir tahun anggaran 2015. Keputusan DPRD tentang rekomendasi itu, diserahkan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Kudus, Jumat (22/4).
Masan yang memimpin rapat dan membacakan rekomendasi, menegaskan diperlukan terobosan yang efektif, mengintensifkan pelatihan dan mengoptimalkan sertifikasi pendidik, memberikan fasilitas yang memadai, untuk menyamakan mutu, serta mengurangi kesenjangan pendidikan negeri dan swasta, antara sekolah di perkotaan dan pedesaan. “Perlu dijelaskan, bagaimana partisipasi stakeholder pendidikan, dalam rangka untuk meningkatkan manajemen mutu layanan pendidikan, serta peran perusahaan yang perduli pendidikan (CSR).”

Pada LKPJ, terdapat capaian sasaran mutu pendidik dan tenaga kependidikan di Kabupaten Kudus yang memenuhi kualifikasi S1/D-IV, sebagai berikut, guru SD 87,84%, guru SMP 94,95%, guru SMA 95,94%, guru SMK 95,44%.
Sedangkan guru yang bersertifikasi, guru TK 419 orang, SD 2.655 orang, SMP 957 orang dan SMA/SMK 766 orang.
“Untuk mengatasi kekurangan dan penyebaran guru, perlu diadakan regruping secepatnya, sehingga pada awal tahun pelajaran 2016/2017 sudah tuntas seluruhnya,” jelas Ketua DPRD.

Sementara itu menurut praktisi pendidikan Kudus, Priyadi mengatakan “Prestasi memang  menjadi harapan setiap sekolah yang menginginkan peningkatan mutu pendidikan. Terkadang untuk meraih prestasi optimal, setiap warga sekolah rela untuk berkorban waktu, tenaga dan pikirannya, karena prestasi menjadi parameter setiap sekolah sebagai sekolah favorit atau pun tidak. Oleh sebab itu, berlomba-lomba dalam meraih prestasi. keharusan setiap sekolah. Sayangnya, prestasi sekolah acap kali dinilai dengan barisan piala yang menjadi simbol keberhasilan dan kesuksesan setiap sekolah. Baik di wilayah pedesaan ataupun perkotaan. Ini tidak salah. Namun, selayaknya memandang  makna prestasi tidaklah sesempit itu. Pengoptimalan potensi dapat  memberikan apresiasi secara objektif dalam peningkatan mutu pendidikan” tandasnya.(DM/YM) Foto : Ilustrasi – YM

KOMENTAR SEDULUR ISK :