Masan Wacanakan Bukit Puser Angin Jadi Paket Wisata Terintegrasi Logung

oleh

Kudus, isknews.com – Ketua DPRD Kudus Masan, mewacanakan Bukit Puser Angin kedalam sebuah paket wisata yang terintegrasi dengan Bendungan Logung. Dirinya mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus terkait dengan koneksi antara wisata Waduk Logung dengan Puser Angin.

Ia mengimbau kepada Dinas terkait untuk menyediakan dua jalur yang nanti akan mengakomodir masyarakat untuk sampai pada lokasi wisata Puser Angin.

“Pengunjung yang tidak mampu menjangkau sini nanti parkirnya di Waduk Logung, nanti difasilitasi masuk sini dengan menggunakan perahu. Tapi bagi yang masuk ke sini dengan menggunakan motor trail ataupun jeep, bisa langsung masuk sini dengan menggunakan jalur yang ada saat ini,” jelasnya, Minggu (26/07/2020).

Hal tersebut disampaikan Masan saat memimpin Bakti sosial anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus yang digelar hampir tiap pekan sekali, kali ini mengunjungi tempat wisata baru yang sedang viral di Kudus Bukit Puser Angin di Dukuh Karang Subur Desa Klaling Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus,

Dilanjutkan oleh Masan, jalur yang ada saat ini, memang tidak harus dibuat mulus, lantaran bagian dari wisata motor trail maupun jeep. Namun demikian, bagi pengunjung yang enggang menggunakan motor trail ataupun jeep, dapat mengakses indahnya pemandangan wisata Puser Angin melalui perahu.

“Apakah ini lahan perhutani atau sudah jalan milik Kabupaten atau mungkin jalan desa, yang tentunya ini perlu kita koordinasikan kembali,” tandasya.

Bakti Sosial Anggota DPRD Kudus di lokasi wisata Bukit Puser Angin, Karang Subur, Desa Klaling, Kecamatan Jekulo Kudus , Minggu (26/07/2020) (foto: YM)

“Tapi kelayakan jalannya juga harus diperhitungkan. Ini tadi juga sudah kami komunikasikan sedikit dengan Disbudpar, diharapkan ini nanti segera ada tindak lanjut dan tentunya nanti juga akan kita bicarakan dengan Plt bupati kudus,” jelasnya.

Masan menegaskan masih perlu koordinasi terkait jalur yang saat ini digunakan. Pasalnya, masih belum ada kejelasan apakah jalur tersebut lahan perhutani ataukah sudah merupakan jalan milik pemerintah kabupaten (Pemkab) Kudus.

Dengan menunggangi mobil Jeep dan motor trail para wakil rakyat itu melakukan peninjauan ke lokasi wisata yang disebut-sebut viewnya memiliki kemiripan dengan obyek wisata nasional Raja Ampat yang ada di Papua Barat.

Dalam kesempatan itu, Masan beserta rombongan memberi bantuan berupa bibit tanaman buah-buahan untuk dapat membuat lahan yang saat ini masih gundul menjadi ijo royo-royo. Tak hanya itu, untuk menjaga lingkungan tetap bersih, pihaknya juga memberi bantuan tong sampah agar para pengunjung nantinya dapat menjaga kebersihan di Puser Angin.

“Untuk bibit buahnya ada sekitar 100 bibit yang tentunya ini nanti diharapkan mampu menghijaukan lahan yang saat ini sedang gundul. Untuk tempat sampahnya baru 20 buah, jadi diharapkan pengunjung yang saat ini sudah luar biasa nanti bisa menjaga kebersihan,” paparnya.

Senada, wakil ketua DPRD, Sulistyo Utomo dari Partai Gerindra yang ikut dalam rombongan bakti sosial, juga meminta pemkab untuk menyelenggarakan pengadaan WC Portabel di lokasi.

“Mengingat tingkat kunjungan makin tinggi sehingga untuk menjaga kebersihan dan kesehatan di lokasi diperlukan sarana bagi pengunjung untuk buang air dan sebagainya, ini mendesak perlu diupayakan oleh Pemkab,” kata Sulis.

Sementara itu, Siswanto selaku ketua Komunitas Pemuda Karangsubur (Copras) berterimakasih atas bantuan yang diberikan para legislator. Ia berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk menjaga kebersihan lingkungan wisata Puser Angin.

Disinggung terkait pengelolaannya, ia mengaku tetap akan membudidayakan lahan peninggalan leluhur mereka. Ia bersama Komunitas Pemuda Karangsubur akan membuat lahan yang saat ini gundul menjadi hijau kembali.

“Kita tetap membudidayakan, kita tetap ikut leluhur kita. Kita ingen melestarikan hutan yang sekian lama gundul, akan kita bikin hijau kembali,” tutupnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :