MDMC Siagakan Ratusan Relawan dan Infrastruktur Hadapi Bulan Rawan Bencana di Kudus

oleh -424 Dilihat
Relawan MDMC yang bertugas di Posko Masjid Al Islam Tuang Kaliwungu saat membagikan nasi bungkus kepada para korban banjir yang masih tinggal dirumahnya yang terendam (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Muhammadiyah Disater management Center (MDMC) Kudus dalam menghadapi masuknya bulan-bulan yang diprediksi oleh sejumlah pakar klimatologi akan mengalami kondisi cuaca ekstrim hingga beberapa bulan kedepan telah mempersiapkan sejumlah hal.

Lembaga Penanggulangan Bencana dibawah PD Muhammadiyah Kudus ini telah mempersiapkan personel inti dan terlatih dengan menggelar rapat koordinasi dan asesmen kebencanaan bersama sejumlah relawannya pada 31/12 lalu.

Menurut Rusmanto ketua MDMC Kudus, asesmen yang ia berikan terhadap relawannya berisikan materi terkait mitigasi-kesiapsiagaan, dan penguatan sistem jaringan, organisasi dan pengelolaan sumberdaya penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Kudus.

“Untuk menghadapi bulan bencana ini kami sudah menyiagakan hampir 200 personel gabungan dari berbagai unsur dilingkungan ortom Muhammadiyah diantaranya yakni dari MDMC sendiri, Tim Kesehatan Muhamamdiyah, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah atau KOKAM , Tapak Suci, Pandu Hisbul Wathan serta ibu-ibu dari Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Aisyiyah Kudus,” ujar Rusmanto, Selasa (03/01/2022).

Dokumentasi tim MDMC Kudus saat megawal Tim Medis Aisyiyah yang akan membuka posko kesehatan di titik lokasi bencana banjir pada tahun lalu (foto: istimewa/MDMC Kudus)

Dijelaskannya asesmen untuk wilayah pemetaan MDMC diantaranya yakni di Kecamatan Kaliwungu ada di Desa Setrokalangan, di Kecamatan Jati adalah Desa Jati Kulon, Jati wetan, Tanjungkarang dan Tanggulangin, Kecamatan Undaan pada Desa Wates dan Ngemplak, Untuk Kecamatan Mejobo, desa Mejobo dan Payaman. Kecamatan Jekulo di Desa Bulung Kulon.

“Asesmen ini lebih pada pendataan awal bencana pada wilayah terdampak, berapa yang terdampak, apa saja yang terdampak serta kebutuhan dasar apa yang diperlukan bagi para korban,” terangnya.

Persiapan yang kita siagakan juga adalah pengadaan Dapur Umum kalau-kalau kita diperlukan. Pada intinya secara infrastruktur untuk kegiatan pembukaan tenda Dapur Umum kami sudah nyatakan siap termasuk tim personelnya.

“Karena ini akan berkaitan dengan pendanaan kegiatan sosial kebencanaan, kita sudah berkoordinasi dengan Lazismu Kudus untuk mempersiapkan dananya bagi pembuatan dapur umum. Hanya saja hingga saat ini belum ada permintaan baik dari warga, pemerintah desa maupun dari Pemkab dalam hal ini BPBD untuk kami segera membentuk dapur umum,” tambah Rusmanto.

Disinggung tentang pengadaan armada pertolongan air seperti perahu karet dan sebagainya, Rusmanto mengungkapkan kali ini MDMC tidak menurunkan tim perahu karet karena menurutnya di Kudus ketersediaan parahu karet oleh BPBD, tim tagana dan TNI dirasanya sudah mencukupi. Begitupun dengan tempat pengungsian, pihaknya tidak lagi menyelenggarakan itu, karena sekarang semua pengungsi telah di kordinasi di Balai Desa masing-masing.

“Saat ini kami sudah mendirikan posko dapur umum di halaman Masjid Al Islam Kedungdowo, Kaliwungu. Kami siap mensupport yang lain seperti suplai makanan ataupun kebutuhan data dan informasi (Datin),” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.