Meski Anggaran Diperketat, Sam’ani Pastikan Pemeliharaan Jalan Tetap Berjalan

oleh -711 Dilihat
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat meninjau langsung kegiatan pemeliharaan jalan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus. (Foto: YM/YM)

Kudus, isknews.com – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memastikan program pemeliharaan jalan di Kabupaten Kudus tetap berjalan guna menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan.

Kepastian itu disampaikan Sam’ani saat meninjau langsung kegiatan pemeliharaan jalan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus. Dalam kunjungan tersebut, ia menyebut lokasi pencampuran material aspal sebagai “dapur aspal” yang menjadi ujung tombak perawatan jalan di berbagai wilayah.

Hari ini kita mengecek dapurnya PUPR. Bukan masak makanan, tetapi masak aspal dalam rangka pemeliharaan rutin jalan-jalan seluruh Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Menurut Sam’ani, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan meskipun pemerintah menerapkan efisiensi belanja daerah. Karena itu, Pemkab Kudus memilih skema pemeliharaan rutin untuk menjaga kondisi jalan tetap mantap dan mencegah kerusakan berkembang menjadi lebih parah.

Untuk mendukung program tersebut, PUPR Kudus telah membentuk empat tim pemeliharaan jalan. Setiap tim beranggotakan sekitar 10 hingga 12 personel yang bertugas melakukan perbaikan dan penambalan jalan di berbagai titik.

Alhamdulillah teman-teman semangat dan dari PUPR sudah membentuk empat tim. Ini dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Sam’ani menjelaskan, prioritas penanganan diberikan pada ruas jalan dengan volume lalu lintas tinggi, terutama di kawasan perkotaan serta jalur penghubung antarkecamatan dan antardesa yang menjadi kewenangan kabupaten.

Skala prioritas biasanya koneksi-koneksi yang padat dengan LHR tinggi, perkotaan, termasuk koneksi antara kecamatan dengan kecamatan, desa dengan desa yang masuk wilayah jalan kabupaten,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membantu penanganan jalan provinsi maupun jalan nasional yang berada di wilayah Kudus.

Meski sebagian hasil penambalan jalan dinilai belum sepenuhnya nyaman bagi pengguna jalan, Sam’ani menegaskan langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan berlubang.

Mungkin tambalan-tambalan itu tidak membuat nyaman masyarakat karena agak bergelombang. Tetapi daripada jalan berlubang dan mengakibatkan kecelakaan, lebih baik kita pelihara agar masyarakat tetap bisa menggunakan jalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi jalan akan terus mengalami penurunan kualitas seiring bertambahnya usia. Karena itu, pemeliharaan rutin menjadi langkah penting agar jalan yang masih mantap tidak cepat berubah menjadi rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat.

Untuk tahun 2026, program pemeliharaan jalan didukung anggaran sekitar Rp5 miliar dari APBD Kabupaten Kudus. Nilai tersebut masih berada di bawah kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai Rp15 miliar.

Sebenarnya baiknya itu kurang lebih Rp15 miliar. Tetapi kita efektivisasi supaya jalan yang rusak segera kita perbaiki dan kondisi jalan tetap baik terus,” katanya.

Sam’ani juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kerusakan jalan melalui berbagai kanal pengaduan yang telah disediakan pemerintah daerah, baik melalui layanan wadul, Dinas PUPR maupun portal pengaduan yang dikelola pemerintah.

Kami siap melayani masyarakat sebaik-baiknya. Kalau ada aduan yang belum langsung kami respons, mohon bersabar karena menunggu giliran penanganan,” pungkasnya. (YM/YM)