Motif Asmara, Kasus Pembunuhan Perempuan di Kamar Hotel Mahkota

oleh

Kudus, isknews.com – Polres Kudus memberikan keterangan resmi terkait penangkapan tersangka kasus pembunuhan perempuan L (38) di sebuah kamar di Hotel Mahkota Kudus. Menurutnya tersangka yang kini telah diamankan oleh pihaknya berhasil ditangkap dalam waktu hanya beberapa jam saja sejak peristiwa itu diketahui oleh publik.

Dijelaskan oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma, motif dibunuhnya tersangka terkait dengan adanya hubungan asmara terlarang antara kedua pihak yang sama-sama telah berkeluarga dan memilik anak itu.

“Tersangka berinisial KH alias Lekno, 39 tahun, pekerjaan swasta. Dia kita ringkus di sebuah rumah di Mlati (Kelurahan Mlati Kidul) Kudus,” kata Aditya dalam acara Konferensi Pers di Polres Kudus, Selasa (27/10/2020).

Saat proses penangkapan, tersangka tidak memberikan perlawanan pada aparat. Tersangka juga mengakui jika dirinya yang mencekik korban hingga meninggal.

KH alias Lekno (39) tersangka pembunuhan L (38) di sebuah kamar di Hotel Mahkota, ada motif asmara (Foto: YM)

Sesuai pengakuan tersangka, lanjut Kapolres, dia memiliki hubungan gelap dengan korban. Pada Minggu sore, (25/10), korban dan tersangka sepakat bertemu di Hotel Mahkota.

“Hari minggu mereka bertemu dan melakukan hubungan sekali. Setelah itu tersangka mengatakan pada korban ingin pisah, karena hubungan mereka sudah diketahui istri tersangka,” ujarnya.

Namun, menurut tersangka korban tidak berkenan mengakhiri hubungan. Sehingga keduanya bertengkar hingga tersangka spontan mencekik korban hingga meninggal dunia.

“Barang bukti, kami amankan berupa pakaian korban, HP, motor korban dan pelaku,” imbuh dia.

Atas perbuatannya, korban terjerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara itu ketua DPC Lindu Aji Kudus, Suhadi yang organisasinya disebut di sejumlah media sosial karena beberapa barang bukti yang ditemukan petugas terdapat Kartu Kepanitiyaan Even serta stiker berloogo organisasinya, dengan tegas membantah bahwa korban bukan anggota Lindu Aji.

“Di data induk organisasi kami, tidak terdapat nama tersangka, dia bukan anggota Lindu Aji, yang ditemukan adalah barang-barang yang merupakan merchandizer ormasnya, yang bisa dibeli disejumlah tempat, mungkin dia hanya simpatisan ormas kamu,” terang Suhadi saat ditemui di markas Lindu Aji di Desa Dersalam.

Senada dengan Suhadi, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kudus, AKP Agustinus David P juga membantah sejumlah postingan dimedia sosial terkait hubungan tersangka dengan ormas yang dikenal sebagai aktifis beladiri dan pengamanan.

“Tidak ada hubungan tersangka dengan ormas tertentu, dan dia bukan anggota ormas itu,” tutur Kasatreskrim. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :