Musthofa Tegaskan Sewu Kupat Milik Masyarakat, Dorong Pelestarian dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

oleh -327 Dilihat
Inisiator Parade Sewu Kupat, mantan Bupati Kudus dua periode serta anggota Komisi XI DPR RI HM Musthofa saat memberikan sambutan. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Inisiator Parade Sewu Kupat, HM Musthofa, menegaskan bahwa tradisi Sewu Kupat merupakan milik masyarakat yang harus terus dijaga dan dilestarikan bersama.

Musthofa yang juga mantan Bupati Kudus dua periode serta anggota Komisi XI DPR RI itu menyampaikan hal tersebut saat ditemui usai prosesi kirab dan grebeg Sewu Kupat di kawasan Taman Ria Colo, Kudus, yang tahun ini memasuki usia ke-19.

Menurutnya, keberlangsungan tradisi Sewu Kupat tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, media, hingga pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata.

Seluruh kegiatan ini butuh dukungan semua elemen, utamanya teman-teman media dan pemerintah daerah. Harapan saya, ini bisa terus menggerakkan budaya lokal dan ekonomi kerakyatan,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Ia menegaskan, sejak awal dirinya hanya sebagai penggagas, sementara saat ini Sewu Kupat telah berkembang dan dikelola oleh masyarakat melalui struktur kepengurusan hingga yayasan yang terbentuk.

Saya tegaskan, Sewu Kupat bukan milik saya, tapi milik warga masyarakat. Alhamdulillah apa yang dulu kita gagas tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Musthofa menyebut tradisi Sewu Kupat juga memiliki nilai spiritual sebagai bentuk tawaduk kepada para alim ulama, kiai, hingga para wali, yang menjadi bagian dari filosofi Kudus sebagai kota santri.

Ini adalah bukti rasa tawaduk kita kepada para ulama dan wali. Filosofi Kudus harus dipahami dalam kehidupan sosial, ekonomi, maupun pemerintahan,” jelasnya.

Ia pun berharap seluruh elemen masyarakat terus menjaga tradisi tersebut melalui semangat gotong royong dan kolaborasi. Peran media juga dinilai penting dalam mengawal pelestarian budaya agar tetap berkelanjutan.

Terkait pengembangan ke depan, Musthofa menilai perlu adanya konsep yang matang apabila Sewu Kupat ingin didorong ke tingkat yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

Kalau ingin lebih besar, konsepnya harus jelas. Apa nilai lebihnya, jangan hanya sekadar sensasional,” katanya.

Ia juga membuka peluang adanya dukungan dari pemerintah pusat maupun lembaga lain selama pengembangan dilakukan dengan perencanaan yang baik dan komunikasi yang kuat.

Yang penting komunikasi dibangun dengan baik. Kita ingin Sewu Kupat ini terus hidup, berkembang, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.