Naik, Usulan Kuota Tahun 2024 Alokasi Gas Melon di Kudus Lebih dari 10 Juta Tabung

oleh -1,333 kali dibaca
Ilustrasi dengan AI seorang ibu penjual gas elpiji tumpukan tabung gas didepan tokonya ((YM)

Kudus, isknews.com – Kuota gas LPG bersubsidi dengan tabung ukuran 3 Kg atau yang biasa dikenal dengan gas melon alami kenaikan. Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus mengusulkan alokasi gas elpiji subsidi 3 kg sebanyak 32 ribu metrik ton untuk tahun 2024. Jumlah tersebut naik dibanding tahun sebelumnya, yakni 29.880 metrik ton di tahun 2023.

Kabid Fasilitas Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Minan Mochamad mengatakan, naiknya jumlah usulan alokasi gas elpiji subsidi dipertimbangkan dari berbagai faktor.

Diantaranya, adanya penambahan jumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), peningkatan produksi di warung makanan, serta untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti untuk perayaan hari raya.

“Kebutuhan masyarakat itu fluktuatif, tahun ini kita usulkan 32 metrik ton, harapannya bisa turun segitu,” katanya, Senin (08/01/2024).

Bila dirincikan, dari alokasi 32 metrik ton gas elpiji subsidi tersebut, maka ada lebih dari 10 juta tabung gas yang akan dialokasikan untuk Kabupaten Kudus. Sasaran penerima sendiri yakni masyarakat umum dan pelaku UMKM.

“Estimasi per bulan sekitar 800 ribu sampai 900 ribu tabung gas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa pembelian gas elpiji subsidi saat ini wajib dengan KTP. Konsumennya pun sudah terdata dalam aplikasi MyPertamina. Sehingg pembelian gas elpiji subsidi ini bisa tepat sasaran.

“Yang tidak boleh pakai (gas elpiji subsidi) itu hotel, restoran, loundry, petani tembakau, pertanian, jasa las hingga jasa batik,” paparnya.

Sementara itu, Heru, salah satu pemilik pangkalan di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan alokasi sebanyak 900 tabung gas setiap bulannya.

Alokasi itu ditujukan untuk 225 konsumen yang tersebar di seluruh wilayah Kudus dan sudah terdata melalui aplikasi MyPertamina. Menurutnya, alokasi 900 tabung gas tidak mencukupi untuk 225 konsumen setiap bulannya.

“Setiap rumah tangga mendapatkan jatang 4 tabung gas per bulan sedangkan pelaku UMKM mendapat jatah 10 tabung gas perbulan,” katanya.

Heru pun mengatakan bahwa pangkalan miliknya akan mendapatkan kiriman gas elpiji subsidi setiap lima hari sekali. Sedangkan setiap konsumen, dibatasi pembelian 2 tabung gas per tiga harinya, sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Kalau harga di sini Rp 15.500,” tuturnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :