Nelayan Jepara Terima Bantuan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

oleh -125 Dilihat
Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Nelayan di Kabupaten Jepara mendapatkan bantuan berupa alat tangkap ramah lingkungan, dari Direktorat Jendral Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan RI. Bantuan diserahkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, didampingi Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga Suseno Sukoyono dan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, di aula Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Senin (16//10/2017).
 
Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga Suseno Sukoyono mengatakan, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Perikanan Tangkap (DJPT) membagikan 258 paket bantuan alat Penangkapan Ikan (API) ramah lingkungan kepada nelayan di Kabupaten Jepara. Bantuan ini merupakan program prioritas DJPT untuk memperkuat armada perikanan tangkap nasional. “Total bantuan API di Jawa Tengah sebanyak 2.341 paket,” ujarnya.
 
Kegiatan ini merupakan upaya untuk memberantas Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing yang sedang digalakkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Selain itu juga upaya membenahan perijinan untuk menegakkan kedaulatan dan keberlanjutan. “Selain itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan para pelaku usaha kelautan dan perikanan,” imbuhnya.
 
Selain bantuan alat tangkap ramah lingkungan, juga diserahkan bantuan Asuransi Nelayan ( Asnel) untuk 715 nelayan di Jepara. “Target kami di Jepara sekitar 3.500 orang, sedangkan di Jateng targetnya sebanyak 53.700 orang,” jelasnya.
 
Lebih lanjut Suseno meminta nelayan dan masyarakat untuk menjaga kelestarian laut. Meski laut di Indonesia merupakan laut yang kaya dengan ikan, jika tidak dijaga dan dilestarikan tentu anak cucu nanti tidak bisa menikmati kekayaan laut. Menurutnya, Jepara memiliki potensi perikanan yang besar lantaran memiliki wilayah laut yang cukup luas. “Indonesia ini lautnya sangat kaya, akan tetapi jika tidak dijaga tentu nasibnya akan sama dengan beberapa laut di dunia yang sudah tidak ada ikannya seperti laut Andaman dan laut China,” tandasnya. (ZA)
KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.