Nojorono Buka Ruang Kreativitas Pewarta Foto Lewat Kompetisi “Berkarya Lewat Lensa”

oleh -327 Dilihat
(Pamflet: Nojorono)

JAKARTA, ISKNEWS.COM – Dunia jurnalistik tidak hanya berbicara tentang bagaimana sebuah peristiwa dituliskan, tetapi juga bagaimana sebuah cerita dapat disampaikan melalui kekuatan visual. Ruang eksplorasi tersebut kini dibuka Nojorono Kudus melalui kompetisi fotografi bertajuk “Berkarya Lewat Lensa” bersama Pewarta Foto Indonesia (PFI).

Kompetisi yang mengusung tema “Menjaga Warisan, Selaras Dengan Waktu” ini menjadi wadah bagi insan pers maupun masyarakat umum untuk menerjemahkan tema tersebut ke dalam karya fotografi.

Memasuki usia ke-94 tahun, Nojorono Kudus menggandeng PFI untuk menghadirkan kompetisi yang tidak sekadar menguji kemampuan teknis fotografi, tetapi juga kemampuan peserta dalam membangun cerita dan perspektif melalui sebuah gambar.

Kompetisi tersebut terbagi dalam dua kategori kepesertaan. Kategori pertama yakni Jurnalis, yang diperuntukkan bagi pewarta foto dan seluruh insan pers. Sedangkan kategori kedua adalah Umum, yang terbuka bagi citizen journalist dan khalayak umum.

Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia Dwi Pambudo mengatakan, penilaian dalam kompetisi tersebut tidak hanya berfokus pada aspek teknis fotografi. Kemampuan peserta dalam menerjemahkan tema juga menjadi bagian penting dalam penilaian.

“Selama ini rekan-rekan jurnalis dan pewarta foto terbiasa menghadirkan karya yang berangkat dari peristiwa dan fakta. Melalui kompetisi ini, kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi mereka untuk mengeksplorasi sudut pandang, kreativitas, dan kekuatan visual dalam bercerita,” ujar Dwi.

Menurutnya, eksplorasi tersebut tetap dilakukan dengan mempertahankan nilai jurnalistik yang menjadi identitas utama karya para jurnalis dan pewarta foto.

Corporate Communication PT Nojorono Tobacco International Eliza Susanto menambahkan, kebebasan bereksplorasi menjadi bagian penting dalam melahirkan cerita yang kuat.

“Kami percaya bahwa cerita yang kuat lahir dari kebebasan bereksplorasi, dan kreativitas visual merupakan kunci penting dalam menyampaikan warta masa kini,” ujarnya.

Eliza berharap ruang eksplorasi yang disediakan melalui kompetisi tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis fotografi peserta, tetapi juga memperkaya narasi jurnalistik di Indonesia.

Lebih jauh, kegiatan ini juga disebut sebagai bentuk apresiasi Nojorono kepada insan pers yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan perusahaan.

Eliza menyampaikan, perjalanan Nojorono menuju usia satu abad tidak terlepas dari peran media sebagai mitra strategis. Karena itu, dukungan dan sinergi yang telah terjalin dengan insan pers menjadi salah satu hal yang diapresiasi perusahaan.

Melalui “Berkarya Lewat Lensa”, cerita mengenai warisan dan perubahan diharapkan tidak berhenti pada kata-kata. Perspektif tersebut dapat diterjemahkan menjadi karya visual yang mampu merekam realitas sekaligus menghadirkan cara pandang baru.

Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatan “Berkarya Lewat Lensa” dapat diperoleh melalui akun Instagram @nojoronokudus dan @pewartafotoindonesia. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.