Nostalgia dengan Es Gabus yang Hits Era 90-an, Kudus Bahkan Punya 6 Varian rasa

oleh -1599 Dilihat

Kudus, isknews.com – Era 90-an pasti tidak asing lagi dengan es gabus. Jajanan legendaris ini pernah hits di kalangan anak-anak sekolah dasar (SD) pada masa itu. Bahkan menjadi buruan favorit karena memiliki tekstur dan rasa yang unik.

Bila dilihat secara kasat mata, es warna-warni ini memili tekstur yang padat. Namun, ketika digigit sangat empuk.

Disamping itu, kompisisi dari es gabus ini juga berbeda dengan es pada umumnya. Es yang satu ini terbuat dari tepung hunkwe. Selama apapun berada di luar suhu yang dingin, es ini tidak akan mencair. Hanya saja, teksturnya berubah, dari yang mulanya padat menjadi gembur.

Akan tetapi, untuk menemukan es gabus di era sekarang tidak semudah pada masa itu. Bahkan sempat tidak terlihat sama sekali di pasaran.

Di Kudus sendiri juga tidak banyak penjual es gabus. Salah satu penjual yang es gabung yang eksis adalah Tri Listyorini. Jika ingin bernostalgia bisa langsung coba mencicipinya di Jalan Pattimura, Kelurahahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kudus.

Rini mulai menjajakan es gabus pada masa pandemi tahun lalu, tepatnya pada April 2020 lalu. Es gabus yang dihadirkan olehnya juga memiliki 6 varian rasa, yang tentunya sanggup memanjakan lidah para penikmas es gabus.

“Es gabus dulu kan hanya kotakan bentuknya, tipis banget dan itu hanya satu rasa. Ini ada 6 varian rasa dan sekarang sudah ada stiknya, jadi lebih kekinian,” kata Rini, saat ditemui di even festival UMKM Gusjigang di B&P  Kampung Kuto, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, belum lama ini.

Adapun varian rasa yang ditawarkan oleh Rini, antara lain, rainbow vanila, chocolate (darkchocolate), berrygum (strawberry bubelgum), grenggo (greentea mango), donut (avocado hazelnut), dan duda (durian darkchocolate).

“Insyaalllah bahannya aman, karena dari buah asli tidak pakai pewarna,” ucapnya.

Selain di Mlati Kidul, Rini juga menggelar lapaknya di Balai Jagong Kudus setiap hari minggu. Dalam seminggu, dia bisa menjual hingga 350 es gabus, dimana satu stiknya dipatok seharga 4 ribu rupiah.

“Kalau untuk ketahanannya, ini bisa bertahan 3-4 bulan kedepan,” tukasnya. (MY/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.