Panen 150 Ton Jagung, Lahan Non Sawah di Dawe Tunjukkan Potensi Besar

oleh -758 Dilihat
Panen raya jagung di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus. Dari lahan seluas 25 hektare, petani berhasil menghasilkan sekitar 150 ton jagung untuk mendukung ketahanan pangan nasional. (Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com – Lahan pertanian non lahan baku sawah (LBS) di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, menunjukkan produktivitas yang menjanjikan. Dari areal seluas 25 hektare, Kelompok Tani Gemati berhasil memanen jagung dengan estimasi hasil mencapai sekitar 150 ton, Sabtu (6/6/2026).

Keberhasilan panen tersebut menjadi bukti bahwa lahan non sawah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung produksi pangan, khususnya komoditas jagung yang menjadi salah satu kebutuhan penting nasional.

Tanaman jagung yang dipanen telah ditanam sejak 25 Februari 2026. Setelah melalui masa tanam selama 101 hari, tanaman memasuki usia panen dengan hasil yang dinilai cukup menggembirakan bagi para petani.

Kegiatan panen turut mendapat pendampingan dari jajaran Polsek Dawe, Polres Kudus. Kehadiran aparat kepolisian merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan dan target swasembada pangan nasional tahun 2026.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Dawe AKP Jajang Wiwoko mengatakan, keberhasilan panen tersebut menunjukkan bahwa lahan non sawah memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber produksi pangan alternatif.

Menurutnya, pemanfaatan lahan pertanian secara maksimal dapat membantu meningkatkan hasil produksi sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama para petani.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkomitmen mendukung program strategis pemerintah, termasuk mewujudkan swasembada pangan. Melalui pendampingan ini, kami berharap hasil pertanian masyarakat semakin meningkat dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian warga,” ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Gemati, Sutarno, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para petani. Ia menilai pendampingan yang dilakukan berbagai pihak, termasuk kepolisian, menjadi penyemangat bagi petani untuk terus mengembangkan sektor pertanian.

Selain mendampingi kegiatan panen, jajaran Polsek Dawe juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga keamanan lingkungan pertanian. Petani diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pencurian hasil panen maupun peralatan pertanian.

Masyarakat juga diajak memperkuat budaya gotong royong dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan gangguan keamanan yang berpotensi merugikan aktivitas pertanian.

Dengan hasil panen yang mencapai sekitar 150 ton tersebut, lahan non sawah di Kecamatan Dawe dinilai memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional. (AS/YM)