Panen MT-I Melebihi Target, Realisasi Luas Lahan 110,16%, Produksi Padi 129,30%

oleh -1,031 kali dibaca

KUDUS, isknews.com – Hasil panen pada Musim Tanam (MT)-I di Kabupaten Kudus, berada di atas atau melebihi target yang ditetapkan, baik luas lahan maupun jumlah produkdi padi. Untuk luas lahan realisasinya mencapai sebesar 110,16% dari target, sedangkan produksi padi mencapai sebesar 129,30 persen dari target yang ditetapkan.
Kepala Bidang Tanaman dan Holtikultura, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Kudud, Harsito, yang dihubungi isknews.com, di ruang kerjanya, Kamis (09/6), mengatakan hal itu. Dijelaskan, pada
MT-I yang berlangsung Oktober 2015 – Maret 2016, dari target panen luas lahan 11.261 hektar dengan target produksi padi sebesar 77.233 ton, realisasinya untuk luas lahan mencapai 12.405 hektar, sedangkan untuk realisasi produksi padi 99.861 ton. Dengan demikian pada pelaksanaan MT-I itu berhasil melebihi target, yakni untuk luas lahan sebesar 110,16%, produksi padi sebesar 12.309 ton. “Untuk produksi, ada peningkatan sebesar 7,37%, atau mengalami surplus sebanyak 22.628 ton.”
Sementara itu, ungkapnya lanjuy, untuk MT-II yang berlangsung April – September 2016, target panen untuk luas lahann ditetapkan 15.302 hektar, dengan target produksi padi sebanyak 91.888 ton. Pada panen perdana April 2016 lalu, dari luas lahan 1.310 ha, menghasilkan produksi padi 874 ton, panen pada Mei 2016, dari luas lahan 2.040 hektar, menghasilkan produksi padi 1.480 ton, sedangkan pada Juni 2016 minggu pertama, dari luas lahan 765 hektar, hasil produksi padi sebanyak 1.564 ton.
Juli merupakan panen MT-II, luas lahan 4.177 hektar, perkiraan produksi padi 24.955 ton. “Memasuki September, produksi akan turun, namun optimis produksinya akan melebihi target atau surplus, seperti pada MT-I,” ujar Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dipertan Kabupeten Kudus itu.
Menjawab pertanyaan tentang jumlah padi yang dibeli Bulog dari petani, dia menjelaskan, sampai dengan 27 Mei 2016, Bulog telah membeli sebanyak 17.751,9 ton padi dari petani, dengan harga bervariasi sesuai varitasnya, yakni Rp 3.900 – Rp 4.100 per kilogram. “Harga itu melebihi atau di atas HPP yang sebesar Rp 3.700 per kilogram.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :