Papan Larangan Buang Sampah “Kontroversial” di Gribig Akan Diganti

oleh
Foto: Kepala Desa Gribig, Abdullah Rais. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Gribig, Kecamatan Gebog akan mengganti papan peringatan larangan membuang sampah di Sungai Wuneng yang sempat viral. Demikian disampaikan Kepala Desa Gribig, Abdullah Rais, kepada sejumlah awak media, Kamis (05-04-2018).

Papan bertuliskan “Jangan buang sampah sembarangan. Sungai bukan tempat sampah. Warga berhak menghakimi orang yang buang sampah disini. TTD Pemdes Gribig”, akan diganti karena beberapa pihak menilai kontroversial sebab berpotensi mengganggu situasi kamtibmas.

TRENDING :  SMA 2 Kudus buka Donasi Peduli Aceh

“Setelah mendapat imbauan dari Kapolsek Gebog, papan peringatan itu langsung kami copot. Nantinya akan kami ganti yang baru yang tidak lagi menimbulkan kontroversi di masyarakat,” katanya.

Rais mengatakan, hasil komunikasi pihaknya dengan Kapolsek Gebog, disepakati akan diganti dengan imbauan yang tidak kontroversi tetapi tetap mengena. Sebab selama ini dengan adanya papan larangan tersebut, terbukti ampuh mengurangi pembuangan sampah sembarangan di lokasi tersebut.

TRENDING :  Minimalisir Dampak Bencana, BPBD Kudus Gelar Edukasi ke Masyarakat

“Mungkin nanti akan diganti dengan tulisan ancaman hukuman dan denda bagi pembuang sampah sembarangan. Tapi terlebih dahulu sebelum dicetak akan dikoordinasikan dengan Polsek Gebog sehingga tidak menimbulkan gejolak lagi,” ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Gebog, AKP Muhaimin mengatakan, sebenarnya yang dilakukan Pemdes Gribig merupakan suatu terobosan yang sangat bagus dan sudah terbukti hasilnya. Dulunya di sekitar Sungai Wuneng sampah menumpuk begitu banyak dan sekarang terlihat sudah bersih.

TRENDING :  Tertangkap Buang Sampah di Sungai Kena Denda 1 Juta Rupiah

Hanya saja ada sedikit tulisan yang tidak pas dalam papan larangan tersebut, yang dikhawatirkan dapat menjadi efek buruk di kemudian hari. “Maksudnya baik, tapi kami mengimbau agar diganti saja mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.” ucapnya. (MK/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :