Parenting SDIT Al-Islam Kudus, Elly Risman Beberkan Tips Lindungi Anak Kecanduan Game

oleh
Parenting SDIT Al-Islam Kudus, Elly Risman Beberkan Tips Lindungi Anak Kecanduan Game
Foto: Dihadapan wali murid, Narasumber Elly Risman, Pakar Psikolog dan Trainer Yayasan Kita dan buah Hati memberikan tips "Lindungi Anak Kecanduan Game" di Hotel Griptha Kudus, Sabtu (22/9/2018). (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Islam Kudus bekerjasama dengan Sukun Foundation For Education menggelar Parenting “Kiat-kiat Memahami dan Melindungi Anak dari Kecanduan Game” di Hotel Griptha Kudus, Sabtu (22/9/2018).

Sayid Yunanta, Ketua Komite SDIT Al Islam Kudus mengatakan, Sekitar 800 wali murid juga perwakilan dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) dan tamu undangan hadir memenuhi ruangan. Mereka sangat antusias saat mendengarkan Narasumber Elly Risman, Pakar Psikolog dan Trainer Yayasan Kita dan buah Hati dan Mantan Pecandu Game juga Direktur Kakatu, Muhammad Nur Awaludin.

Kegiatan ini, lanjut Sayid, merupakan momen tahunan untuk seluruh warga sekolah SDIT Al Islam Kudus. Dimana Parenting akan membekali orang tua bagaimana mendidik anak dirumah, orang tua punya bekal sehingga tidak terputus setelah pulang dari sekolah dilanjut pendidikan di lingkungan tempat tinggal, “Bagaimanapun pendidikan di sekolah jika tidak didukung orang tua di rumah juga kurang maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu wali murid SDIT Al Islam Kudus, Faristin (33) warga Burikan Kudus menyambut baik kegiatan Parenting kali ini. “Parenting bisa memberikan ilmu bagaimana mendidik anak yang benar, apalagi di zaman sekarang mas,” papar wali murid dari kelas 1 dan 6 yang ditemui isknews.com usai acara.

TRENDING :  Meriahkan 1 Muharram, Anak Didik RA, MI se Kecamatan Gebog Ikuti Karnaval Mobil Hias
Parenting SDIT Al-Islam Kudus, Elly Risman Beberkan Tips Lindungi Anak Kecanduan Game
Foto: Dihadapan wali murid, Narasumber Elly Risman, Pakar Psikolog dan Trainer Yayasan Kita dan buah Hati memberikan tips “Lindungi Anak Kecanduan Game” di Hotel Griptha Kudus, Sabtu (22/9/2018). (Istimewa)

Seorang Psikolog dan Trainer Yayasan Kita dan buah Hati, Elly Risman dihadapan wali murid terus mengajak kepada orang tua untuk memperhatikan perkembangan anak.

Dikatakan Elly, Bahwa pada tahun 2018, WHO meresmikan kecanduan games sama dengan gangguan mental. “Hal itu memang tanpa disadari, Awalnya biasa-biasa saja orang tua dalam menanggapi masalah ini, terkesan sepele, namun dampak jika sudah kecanduan maka akan lebih berbahaya,” ucapnya.

Salah satu dari sumber penyebab anak kecanduan games adalah karena anak tersebut berada dalam kondisi beragam, diantaranya yang diakibatkan karena pola pengasuhan yang keliru.

Adapun ciri-cirinya yakni 1. Tidak dapat mengendalikan kebiasaan bermain
game 2. Game sudah menjadi prioritas di atas segalanya. 3. Terus bermain games meski ada konsekuensi negatif yang sudah jelas terlihat atau dia rasakan.

Elly memaparkan 8 Tips bermain game yang sehat, 1. Ajarkan dan latihlah anak bermain game sesuai usianya. 2. Ajarkan & Latih anak pake HP / main game secukupnya & seperlunya. 3. Ajarkan & Latih anak untuk menjaga pandangannya dari konten PORNOGRAFI, (Jika melihatbkontem pornografi langsung disuruh • Klik Tombol Back • Klik Tombol Home atau • Scroll • Merem • Alihkan Pandangan • Ucapkan Istighfar).

TRENDING :  Sholawat dan Do'a Bersama Para Habib Awali Pembukaan Festival Tarbiyah 2017

Selanjutnya nomor 4. Mainkan Game yang Mengasah Otak. Maksudnya meningkatkan kemampuan berpikir otak seperti melalui puzzle, kasus, ingatan, strategi. Game yang lucu bisa menghibur saat memainkannya. “Ortu penting tahu dan dapat mengalisa game yang dimainkan, memberikan dampak positif, hiburan atau kemampuan berpikir. Jangan yang permainan tanpa makna,” tegasnya.

5. Ajak orang lain main bersama
Main game beramai-ramai jauh lebih baik daripada main sendirian. Dengan mengajak teman, keluarga, tetangga, dan sebagainya main game kita akan mempererat hubungan kita dengan orang lain. Asal bukan game yang tidak bikin emosi.

“Main game sendirian saja akan menghilangkan jiwa sosial kita dan lama2 dapat mengurangi teman. Teman/ kenalan dari main game online bukan teman nyata karena orang itu, bisa jadi tidak jujur pada kita. Teman di kehidupan nyata jauh lebih berharga dari pada teman maya,” ungkapnya.

Lalu yang ke 6. Jadikan Games sebagai sarana orang tua untuk mendampingi pembelajaran, bukan semuanya diserahin ke games agar anak langsung mengerti. Contoh game belajar astronomi, game belajar fisika, game belajar kimia, dan sebagainya. 7. Seimbangkan waktu bermain di dunia game dengan di kehidupan nyata. “Carilah aktivitas lain yang sama atau lebih menyenangkan selain bermain game.” diantaranya camping, outbound, futsal, berenang, ke museum, masak dan lainnya,” tambahnya.

TRENDING :  180 Santri Dari 18 Ponpes di Kudus Ikuti Perkemahan Pramuka Santri Daerah

Kemudian 8. Gunakan aplikasi sebagai alat bantu untuk mendisiplinkan penggunaan HP anak. Caranya, • Kenali games yang sering dimainkan anak • Waspadai penggunaan HP anak ditengah malam • Bantu anak agar mempunyai kesadaran diri saat menggunakan HP.

Sementara, Narasumber yang kedua, seorang mantan pecandu game juga Direktur Kakatu, Muhammad Nur Awaludin menambahkan, Sebelum melarang ke anak, Orang tua diharapkan menjadi suri tauladan atau memberi contoh bagi putra-putrinya.

Hal itu dimaksud supaya anak tidak membantah. “Jika ingin melarang sesuatu ke anak, orang tua harus memberi contoh. Misalnya ketika menyuruh sholat dan mematikan TV, HP saat Adzan panggilan sholat tiba, Orang tua harus mengajak ke Masjid atau Mushola. Bukan hanya menyuruh saja,” Pungkasnya (AJ/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :