Pasar Babe Kudus Segera Beroperasi, Revitalisasi Gedung Tahap Dua Hampir Rampung

oleh -420 Dilihat
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Djati Sholechah bersama jajarannya saat meninjau langsung progres revitalisasi gedung tahap dua Pasar Barang Bekas (Babe) Kudus yang hampir rampung. Pengecekan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target agar pasar segera dapat kembali beroperasi. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Harapan Pasar Barang Bekas (Babe) Kudus untuk kembali beroperasi kian dekat. Revitalisasi gedung tahap dua yang dibangun pascakebakaran 2024 kini hampir rampung, dengan progres pekerjaan telah melampaui 80 persen dan ditargetkan selesai sebelum akhir Desember 2025.

Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus melakukan monitoring langsung ke lokasi untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Djati Sholechah, menyampaikan bahwa capaian pekerjaan bahkan melampaui deviasi rencana sekitar 2–3 persen.
“Berdasarkan laporan konsultan pengawas, progres sudah lebih dari 80 persen. Kontraknya sampai 29 Desember, tetapi mudah-mudahan tanggal 20-an sudah bisa selesai. Saat ini tinggal pemasangan atap dan pengecoran lantai,” ujarnya, Selasa (10/12).

Pembangunan gedung tahap dua Pasar Babe dibiayai melalui APBD murni tahun 2025 dengan anggaran sebesar Rp1,1 miliar dan masa kontrak 70 hari kalender. Setelah selesai, bangunan baru ini akan menampung seluruh pedagang terdampak kebakaran, sebanyak 187 pedagang, termasuk yang sebelumnya telah tertampung pada bangunan tahap pertama yang dikerjakan pada akhir 2024 lalu.

Djati menyebutkan, selesainya pembangunan tahap dua diharapkan dapat menjadi titik awal pemulihan aktivitas perdagangan di Pasar Babe. Ia berharap para pedagang bisa kembali menempati kios dan berjualan pada awal tahun mendatang.
“Harapannya setelah selesai langsung bisa digunakan. Untuk penempatannya, nanti pedagang yang mengatur sendiri, apakah melalui undian atau kesepakatan bersama,” katanya.

Terkait usulan penambahan sekat kios dari paguyuban pedagang, Djati menjelaskan bahwa keterbatasan keuangan daerah menjadi kendala utama. Hingga saat ini, baik APBD 2025 maupun rencana APBD 2026 belum memungkinkan untuk mengalokasikan anggaran pemasangan sekat.
“Sementara ini gedung masih dalam kondisi terbuka tanpa sekat. Kami berharap pedagang bersedia menempati kondisi yang ada terlebih dahulu,” jelasnya.

Pada sisa waktu pekerjaan, pemasangan atap menjadi prioritas agar proses pengecoran lantai dapat berjalan lancar tanpa terkendala cuaca.

“Pemerintah Kabupaten Kudus berharap revitalisasi Pasar Babe ini dapat segera mengembalikan denyut ekonomi para pedagang yang telah lebih dari setahun terdampak kebakaran,” harapnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :