Pasca Berstatus Siaga, Kini Bendung Wilalung Dipenuhi Hamparan Sampah

oleh -613 Dilihat
Tumpukan sampah yang kini menghampar di area Bendung Wilalung pasca debit tinggi sejumlah sungai yang melintasinya, Rabu, 11/01/2023 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Kondisi Bendungan Wilalung kini dipenuhi dengan tumpukan sampah yang datang dari berbagai aliran sungai diatasnya yakni Bendung Klambu menuju Sungai Serang dan Sungai Wulan yang kini debit airnya telah turun drastis di angka 425 m3/detik pada Rabu (11/01/2023) pagi.

Menurunnya debit sungai menyebabkan terjadinya tumpukan sampah pada Bangunan Pengendali Bendung Wilalung Lama (BPBWL) yang berada di perbatasan Desa Kalirejo Kecamatan Undaan Kudus dengan wilayah Demak.

Dari pantauan media ini, ratusan kubik sampah pohon pisang, plastik, bambu dan onggokan kayu membelit jadi satu hingga menutup pintu air Bendung Wilalung ke arah Sungai Wulan. Sampah menumpuk dengan ketebalan lebih satu meter, panjang sekitar 6 meter, dan lebar kurang lebih 40 meter.

“Tumpukan sampah di Bendung Wilalung beberapa kali kami bersihkan terutama ketika air sudah surut,” ujar Heri Bangkit Setyadi, Koordinator lapangan Induk BPBWL, Rabu (11/1).

Sebelumnya pada Selasa (10/01/2023), sebagian sampah di Bendung Wilalung telah dibersihkan menggunakan ekskavator atau alat pengeruk. Namun diakui hasilnya belum maksimal karena sampah yang dibersihkan hanya di tepi tanggul saat debit sungai masih tinggi di atas ambang batas maksimal 800 m³/ detik.

“Sampah yang kita ambil hanya yang terjangkau ekskavator. Hari ini kita lanjutkan pembersihan setelah debit air menurun,” tegasnya.

Sungai Wulan yang membelah wilayah Kabupaten Kudus dan Demak, debitnya sempat mencapai 930 m3/ detik, Selasa dinihari. Debit Sungai Wulan turun setelah hujan di bagian hulu Sungai Serang di kawasan Menduran Kecamatan Brati Grobogan, serta kawasan Sungai Lusi dan Sedadi mereda.

Pihaknya mendapatkan informasi dari petugas lapangan di bagian hulu Sungai Serang kalau kondisi cuaca hari Rabu pagi ini cerah. Entah kalau nanti sore atau malam. Menurutnya, pergerakan debit air masih sangat fluktuatif, tergantung cuaca di bagian hulu.

“Kala cerah debit air sungai menurun, tetapi kalau bagian hulu hujan dengan intensitas dan curah tinggi, debit air akan meningkat. Semoga cuaca ke depan semakin baik, sehingga kondisi sekitar daerah aliran sungai tetap aman dari ancaman banjir,” ungkapnya.

Air Sungai Serang mengalir ke Sungai Wulan melalui BPBWL. Bendung tersebut memiliki sembilan pintu, tujuh menghadap ke Sungai Juwana dan dua lainnya mengarah ke Sungai Wulan.

Permulaan banjir Sungai Wulan terjadi saat debit air naik mulai 400 m3/ detik hingga 500 m3/ detik atau disebut siaga (bahaya) I, siaga II antara 500 m3/ detik- 550 m3/ detik, dan di atas 550 m3/ detik siaga III. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), beban air ke arah Sungai Wulan harus dikurangi saat debit air melebihi batas ambang maksimal 800 m³/detik.

Ketika debit air mencapai 930 m³/detik Selasa dinihari, otoritas berwenang telah membuka pintu 8 Bendung Wilalung ke arah Sungai Juwana dengan ketinggian maksimal 30 cm. Saat ini bukaan pintu sudah diturunkan menjadi 5 cm. Di saat debit air sudah surut, perlu segera ada perbaikan tanggul longsor, seperti yang ada di tanggul kanan luar Sungai Wulan di Desa Ketanjung, ikut Wilayah Kecamatan Karanganyar Demak.

Wakil Koordinator Federasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (FP3A) sistem Kedungombo, Akrab, mengapresiasi kinerja Koordinator lapangan BPBWL dan kawan- kawan, serta seluruh pihak terkait lainnya. “Kooordinasi dan kerjasama di lapangan antar pihak cukup bagus. Saat debit air Sungai Wulan cukup tinggi, semuanya terap tenang meski kewaspadaan terus ditingkatkan,” katanya.

Terkait sampah di Bendung Wilalung, petugas dengan sigap juga selalu melakukan pembersihan demi lancarnya air mengalir ke Sungai Wulan. Saat ini lebih ratusan kubik sampah menumpuk di pintu Bendung Wilalung menuju arah Sungai Wulan.

Camat Undaan Arif Budiyanto yang ditemui di lokasi Bendungan mengatakan, alat berat disiagakan di lokasi guna membersihkan tumpukan sampah yang akan dilakukan secara bertahap.

“Saat ini, akses jalan alternatif sepeda motor dan pejalan kaki antar dua kabupaten tersebut ditutup untuk upaya pengangkatan sampah-sampah tersebut,” ujarnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.