PDAM: Kelayakan dan Kompetitor Sebabkan Target Program MBR 1000 SR 2022 Tak Optimal

oleh -339 Dilihat
Direktur Teknik dan Plt Direktur PDAM Tirta Muria Kudus, Yan Laksmana (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Kementerian PUPR berikan bantuan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) berupa kesempatan untuk menjadi pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Muria Kabupaten Kudus, melalui program pasang baru dengan harga murah dan terjangkau yang ditarget mencapai 1.000 sambungan rumah (SR).

Program yang dibiayai melalui bantuan dana hibah APBN sebesar Rp 3 miliar tersebut bila mencapai sasaran dengan baik maka jumlah calon pelanggan MBR masih dapat dioptimalkan dengan tambahan 5 persen.

Direktur Teknik PDAM Turta Muria Kudus Yan Laksmana ‎menjelaskan, pada 2022, PDAM Kudus memperoleh target pelanggan MBR dengan jumlah sama sebanyak 1.000 SR. Namun realisasi implementasi program tersebut hanya berhasil mencapai 572 SR.

Target yang tidak tercapai ini terjadi karena beberapa faktor. Diantaranya mulai dari syarat program MBR yang tidak terpenuhi, terkait kelayakan dimensi rumah dan jarak yang jauh hingga adanya sumber air baku lain dari kompetitor.

“Target ini tidak tercapai optimal dikarenakan syarat penerima program MBR yang tidak bisa terpenuhi,” ujarnya, Jumat (30/12/2022).

Ia menjelaskan syarat penerima MBR yaitu maksimal daya listrik yang terpasang di rumahnya tidak lebih dari 1.300 VA, rumah sederhana dan berpenghasilan rendah atau maksimal setara dengan Upah Minimun Regional (UMR). Kemudian, syaratnya yaitu tidak boleh dipergunakan untuk kepentingan sosial seperti sekolah dan masjid.

“Syarat ini yang menentukan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Para pendaftar program MBR ini juga nanti akan disurvei untuk dicek lagi pemasangan dan alirannya,” terangnya.

Dengan adanya 572 SR untuk program MBR ini, PDAM Tirta Muria Kudus menerima hibah dari pemerintah pusat senilai Rp 1,716 miliar. Hibah ini akan diberikan untuk masing-masing pelanggan MBR senilai Rp 3 juta.

“Bantuan hibah ini akan digunakan untuk pemasangan, persiapan air baku, pemasangan jaringan dan lain sebagainya,” ujar Yan Laksmana.

Meski telah menerima hibah, pelanggan MBR tetap harus membayar iuran PDAM setiap bulan sesuai golongannya masing-masing. Hal ini lantaran dana hibah MBR hanya digunakan untuk mengganti biaya pemasangan saja.

“Pelanggan yang mengikuti program MBR ini tersebar merata di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus,” tukasnya.

Yan Laksmana yang juga Plt Direktur Utama PDAM Kudus, mengatakan, pemerintah gencar mendorong PDAM agar mewujudkan akses air minum murah untuk masyarakat, tak hanya di perkotaan tetapi juga mereka yang tinggal di kawasan pinggiran atau perbatasan.

“Dana hibah APBN yang akan digelontorkan untuk program MBR mencapai Rp 3 miliar sesuai target 1.000 SR pada tahun 2023. Artinya, setiap SR pelanggan dianggarkan Rp 3 juta,” ungkapnya.

Per pelanggan nantinya hanya dibebani biaya pemasangan untuk program MBR sebesar Rp 552 ribu. Itu pun calon pelanggan dapat mengangsur selama enam bulan. Program layanan sambungan rumah tangga MBR sangat murah dibanding pemasangan reguler Rp 1,35 juta setiap SR untuk calon pelanggan perkotaan dan Rp 1,25 juta pelanggan pedesaan atau perbatasan. Sedang melalui program One Day Service (ODS) sebesar Rp 2 juta.

Dana bantuan MBR dari pemerintah sebesar Rp 3 miliar nantinya digunakan membangun sistem untuk persiapan air baku, sumur produksi dan resevoir, pembelian pompa, serta pemasangan pipa jaringan distribusi utama (JDU) dan tersier, serta pemasangan SR untuk calon pelanggan MBR. Program pasang murah MBR ini sudah berjalan sekitar 10 tahun.

Tahun 2012- 2014, PDAM Kudus mendapat bantuan program serupa dari negara donor Pemerintah Australia (Ausaid) sebesar Rp 9,5 miliar.

“Setelah itu, bantuan program MBR diberikan pemerintah pusat melalui alokasi dana hibah APBN,” terang dia.

Program pasang murah juga sering ditawarkan dalam momen tertentu. Seperti bertepatan HUT PDAM setiap tanggal 14 Februari, melalui penawaran program reguler spesial pasang baru selama satu bulan. Tahun 2023 ini, PDAM menargetkan 1.350 SR untuk program regular.

Sementara untuk program MBR tahun 2023 sudah dibuka pendaftarannya mulai awal Desember 2022 dan ditutup hingga target 1.000 SR terpenuhi atau paling lambat akhir Maret 2023. Saat ini jumlah calon pelanggan MBR yang sudah mendaftar sekitar 400 SR, dan kekurangannya diharapkan tertutup pada triwulan pertama 2023. Sedang untuk pemasangan sambungan ke rumah pelanggan diharapkan sudah dapat dimulai pada Juli hingga Agustus 2023 mendatang.

“Minat warga mengikuti program MBR untuk pemasangan tahun 2023 cukup tinggi, terbukti baru dibuka satu bulan sudah mencapai hampir 50 persen. Ini berbeda dengan pendaftaran MBR tahun lalu, target tidak terpenuhi karena masih dalam suasana pandemi Covid- 19,” ujarnya.

Untuk tahun ini, bila target 1.000 SR pelanggan MBR terpenuhi, ditambah pelanggan reguler yang ditarget mencapai 1.350 SR, maka jumlah pelanggan PDAM Kudus hingga akhir tahun 2023 menjadi 56.347 SR.

“Saat ini saja, jumlah pelanggan sudah mencapai 53.997 SR, dilayani 64 sumur produksi dengan 15 reservoir atau bak penampungan. Tahun 2022, PDAM sebenarnya telah menambah dua sumur produksi di Desa Gondangmanis Kecamatan Bae dan Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu, sehingga total menjadi 57 sumur produksi,” rincinya.

Dihitungannya, untuk pembuatan satu sumur produksi anggarannya mencapai sekitar 800 juta, termasuk untuk instalasi listrik dan pagar. Dari dua sumur tersebut, satu sumur di Desa Mijen Kaliwungu belum bisa difungsikan, sedang dua sumur lainnya tidak aktif berada di Desa Gondosari Kecamatan Gebog dan Undaan.

“Jadi yang dapat difungsikan hanya 64 sumur produksi, dan semuanya saling terkoneksi kecuali sumur produksi yang ada di wilayah Kecamatan Jekulo yang tidak dapat dikoneksikan dengan sumur produksi lainnya,” tandasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.