PDM Kudus Gelar Nobar Children of Heaven, Hadirkan Pembelajaran Pendidikan Karakter di Layar Lebar

oleh -763 Dilihat
Wakil ketua PDM Kudus Prof. Dr Hilal Madjdi, ketua LSBO Kudus Hasan Sunarto dan ketua panitiya nonton bareng Santoso saat memberikan arahan terkait film Children of Heaven yang akan ditonton oleh warga Muhammadiyah Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus menggelar nonton bareng (nobar) film Children of Heaven sebagai upaya menghadirkan pembelajaran pendidikan karakter melalui media perfilman. Kegiatan tersebut diikuti unsur pimpinan Muhammadiyah, sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, organisasi otonom, hingga pimpinan cabang Muhammadiyah di Kabupaten Kudus.

Sekretaris PDM Kudus, Zulfa Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) serta Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) agar keluarga besar Muhammadiyah ikut menyaksikan film tersebut.

“Alhamdulillah, sebenarnya ini film tentang pendidikan karakter. Kami memenuhi imbauan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang mengajak keluarga besar Muhammadiyah untuk ikut menonton film ini,” ujarnya jelang nonton bareng di bioskop New Star Cineplex (NSC) gedung City Walk Kudus, Rabu (10/6/2026) petang.

Menurut Zulfa, ajakan tersebut tidak bersifat wajib, melainkan berupa edaran dan seruan kepada warga Muhammadiyah untuk memanfaatkan film sebagai media pembelajaran karakter.

Selain menghadirkan pesan moral, kegiatan tersebut juga memiliki nilai sosial. Setiap tiket yang terjual menyisihkan Rp5.000 untuk mendukung pendidikan.

“Setiap satu tiket berdonasi Rp5.000 untuk pendidikan. Jadi selain menonton, kita juga ikut berkontribusi untuk dunia pendidikan,” katanya.

Zulfa menjelaskan, pada hari itu PDM Kudus mengalokasikan sebanyak 150 kursi untuk kegiatan nobar. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan oleh PRM Getassrabi dengan kuota 50 peserta.

“Hari ini kami mengalokasikan full house 150 kursi. Sebelumnya juga sudah berlangsung nonton bareng yang diselenggarakan PRM Getassrabi sebanyak 50 kursi. Jadi total ada 200 tiket yang diberikan secara gratis,” jelasnya.

Ia menambahkan, tiket gratis tersebut merupakan bantuan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Kuota tersebut diperuntukkan bagi kepala sekolah SD, SMP, SMA, SMK, dan MA Muhammadiyah, pimpinan perguruan tinggi, direktur dan wakil direktur rumah sakit Muhammadiyah, organisasi otonom, pimpinan cabang, pimpinan daerah, hingga unsur pembantu pimpinan daerah.

Selain itu, panitia juga mengalokasikan tiket bagi para pemenang lomba yang sebelumnya digelar sebagai bagian dari rangkaian sosialisasi film.

Sementara itu, Ketua Panitia Nobar Children of Heaven, Santoso, menilai film tersebut menyajikan pesan pendidikan karakter yang sangat kuat dan relevan bagi masyarakat.

“Yang kita ambil memang supaya kita memiliki karakter yang kuat. Kalau segala sesuatu diikhtiarkan dan diusahakan dengan sungguh-sungguh, insyaallah akan berhasil dengan baik. Ending-nya pasti insyaallah sukses,” katanya.

Menurut Santoso, kisah sederhana yang ditampilkan dalam film mampu menggambarkan perjuangan hidup, tanggung jawab, kejujuran, dan kasih sayang dalam keluarga.

“Mereka memakai satu pasang sepatu secara bergantian untuk bersekolah. Dari situ kita bisa melihat bagaimana perjuangan, tanggung jawab, dan semangat untuk terus berusaha meskipun dalam keterbatasan,” ujarnya.

Ia berharap pesan-pesan yang terkandung dalam film dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk membangun karakter yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Film adaptasi Iran dengan judul yang sama ini digarap oleh Hanung Bramantyo. Selain dikenal sebagai salah satu sutradara terkemuka di Indonesia, Hanung bersama Eros Chandra tercatat sebagai anggota Pimpinan Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah masa jabatan 2022–2027.

Keterlibatan keduanya menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam mengembangkan dakwah kultural melalui seni dan perfilman. Melalui karya-karyanya, Hanung aktif menghadirkan film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung pesan pendidikan dan nilai-nilai kemanusiaan.

Children of Heaven diadaptasi dari film Iran karya Majid Majidi yang meraih berbagai penghargaan internasional, termasuk Grand Prix des Amériques pada Montreal World Film Festival 1997 serta sejumlah penghargaan di Fajr Film Festival.

Film tersebut juga menjadi salah satu film Iran paling sukses dan dikenal luas di berbagai negara. Di Amerika Serikat, film aslinya berhasil meraih pendapatan kotor lebih dari 933 ribu dolar AS.

Versi Indonesia mengisahkan kakak beradik, Ali dan Zahra, yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Konflik bermula ketika Ali tanpa sengaja kehilangan satu-satunya sepatu milik Zahra. Keduanya kemudian sepakat merahasiakan kejadian tersebut dari orang tua mereka dan bergantian menggunakan satu pasang sepatu untuk berangkat ke sekolah.

Hanung menjelaskan film ini tidak bertujuan mengeksploitasi kemiskinan, melainkan menghadirkan realitas sosial yang terjadi pada era 1980-an. Selain menampilkan sisi sosial dan pendidikan, film ini juga dibalut unsur emosional dan komedi yang menyatu dalam alur cerita sehingga lebih dekat dengan penonton.

Melalui kisah sederhana namun penuh makna tersebut, Children of Heaven diharapkan mampu menjadi media pembelajaran karakter yang menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, serta kasih sayang dalam keluarga, sejalan dengan tujuan penyelenggaraan nobar yang digelar PDM Kudus. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.