Pelaku Penganiayaan Diringkus Jajaran Satreskrim Polres Pati

oleh -799 Dilihat

Pati, isknews.com (Lintas Pati ) – Satreskrim Polres Pati mengamankan empat pelaku, termasuk pelaku utama yang diduga melakukan penganiayaan hingga korban meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Pati, AKP.Galih Wisnu Pradipta ketika mengikuti proses otopsi korban Penganiayaan di Kamar Jenazah RSUD Soewondo Pati Selasa, (27/06/2017).

Menurutnya, belum diketahui motif penganiayaan tersebut, pihaknya saat ini baru melakukan proses identifikasi kepada para pelaku, sambil melakukan pengejaran pelaku yang lain.

“Kami masih mendalami kasus penganiayaan ini, sambil melakukan pengejaran kepada para pelaku,” tuturnya.

Korban meninggal adalah Muhammad Riyadi (23) warga Dukuh Tandan RT 2 RW 4 Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo yang diduga dianiaya oleh warga desa Wegil, Kecamatan Sukolilo hingga mendapatkan luka cukup parah di bagian kepala, Selasa (27/6/2017) pukul 02.00 WIB, akhirnya meninggal dunia.

Dari informasi yang dihimpun, sebelum meninggal, korban sempat mendapatkan perawatan dari mantri desa setempat dan mendapatkan jahitan sebanyak enam buah. Namun, korban akhirnya meninggal dunia ketika tidur, dan baru diketahui telah meninggal ketika korban hendak diajak melapor ke Polsek Sukolilo.

“Tadinya, korban mau dibangunin dari tidur untuk melaporkan penganiayaan itu ke Polsek. Tapi ternyata sang korban sudah meninggal dunia,” ujar kepala desa Prawoto, Ahmad Hyro Fachrus, ketika ditemui di Rumah Sakit RAA Soewondo Pati saat hendak mengotopsi korban.

Ia kemudian menceritakan, saat kejadian, korban sedang nongkrong bersama dengan para pemuda lain di Gapura Pintu Masuk Desa Prawoto. Tiba-tiba ada belasan pemuda dari desa Wegil yang membawa botol minuman keras mendatangi kawanan pemuda tersebut, dan menghantamkan botol itu ke kepala bagian belakang Riyadi.

“Karena diperkirakan kalah jumlah, pemuda Desa Prawoto tidak mengejar pelaku, dan memilih melarikan korban ke mantri setempat agar cepat-cepat mendapatkan perawatan,” bebernya.

Saat itu, korban masih bisa berjalan, dan terlihat tidak ada masalah setelah mendapatkan perawatan. Sehingga, teman-temannya kemudian mengantarkannya pulang.

Ia mengaku, dalam pengamatanya, sampai kejadian tersebut, pemuda di kampungnya tidak ada masalah dengan pemuda desa Wegil. Sehingga ia masih mendalami motif penganiayaan tersebut.

“Kami merasa tidak pernah ada masalah sebelumnya. Jadi ini masih dicari motif penganiayaan tersebut,” pungkasnya.(Wr)

No More Posts Available.

No more pages to load.