KUDUS, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus resmi memulai Pelatihan Keterampilan Kerja Tahun 2026 sebagai langkah strategis menyiapkan ratusan tenaga terampil yang siap bersaing di dunia kerja. Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Kegiatan pembukaan berlangsung di UPTD BLK Kudus pada Selasa (31/3/2026), dipimpin oleh Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton bersama Ketua TP PKK Kudus Endhah Sam’ani Intakoris, serta dihadiri sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan program yang selaras dengan kebutuhan industri dan pasar kerja saat ini.
“Pelatihan ini menjadi wujud nyata kehadiran Pemkab Kudus dalam meningkatkan kompetensi masyarakat, agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Program tersebut didukung pendanaan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan alokasi anggaran yang cukup besar, sehingga diharapkan mampu menjangkau lebih banyak peserta.
“Melalui dukungan DBHCHT sebesar Rp2 miliar, kami ingin memastikan program ini memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia menjelaskan, pelatihan keterampilan tahun ini dibagi dalam 36 paket dengan total 576 peserta. Program ini mencakup berbagai bidang keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Pada tahap awal, pelatihan dimulai dari 31 Maret hingga 24 April dengan enam jenis pelatihan, di antaranya tata rias, pembuatan roti, tata boga, menjahit, serta perbengkelan mobil dan sepeda motor.
Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut, mulai dari perangkat daerah hingga para instruktur.
Ia turut memberikan pesan kepada peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk meningkatkan keterampilan.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ikuti pelatihan dengan serius agar ilmu yang didapat bisa menjadi bekal untuk masa depan,” pesannya.
Melalui program ini, diharapkan para peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. (AS/YM)







