
Kudus, isknews.com – SMK Ma’arif yang berlokasi di desa prambatan lor Kaliwungu Kudus, dipilih menjadi tempat Workshop pertama di jawa tengah dan tempat ke 9 dari 20 Propinsi di Indonesia yang menjadi program Pelatihan bagi Para Guru SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, Senin, (28/11/2016).
Selama enam hari, Acara yang diselenggarakan oleh APJATEL (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi) Indonesia ini bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan SMK-Ditjen Pendidikan Menengah dan Kejuruan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Eko Prasetyo Yulianto Guru TKJ di SMK Ma’arif Kudus, kepada Isknews.com menjelaskan bahwa Jaringan fiber optik adalah jaringan yang berkecepatan tinggi saat ini, dan jarang didapat oleh sekolah sekolah di Indonesia. “Workshop ini sebagai tonggak untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang perofesional sehingga bisa mendukung pertumbuhan telekomunikasi, terutama dalam hal fiber optik,” ujarnya. Senin (28/11/2016).
Di tempat yang sama, Awan Sutawan, Humas SMK Ma’arif Kudus, menambahkan “Workshop diikuti 30 guru dari 30 sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa tengah, diantaranya perwakilan dari dari Kudus, Sukoharjo, Rembang, Mijen, Banjarnegara, Klaten, Jepara, Batang, Pemalang, Semarang, Kebumen, Banyumas, Purwodadi, Temanggung, dan Pekalongan.
Pihaknya menambahkan, acara yang dihadiri juga oleh Joko Susilo, Ka.Disdikpora Kabupaten Kudus ini juga dilaksanakan Kerjasama (MoU) antara SMK NU Ma’arif dengan mitra Industri Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi APJATEL, diantaranya PT. Multicom Persada Internasional (Mugen), PT. Metrindo Supra Sinatra (Wearnes), PT. Satu Visis Indocreative (B-One), Dan PT.Skyline Semesta.

Sementara itu, Ari Susilo Perwakilan APJATEL saat ditemui Isknews.com di saat pembukaan workshop mengatakan bahwa, pelatihan sebagai bentuk kontribusi positif APJATEL bagi dunia pendidikan dan dunia kerja di Indonesia, “Workshop ini diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan-lulusan SMK TKJ yang sesuai dengan kebutuhan industri penyelenggara jaringan telekomunikasi dan merupakan workshop lanjutan yang sudah dilaksanakan di SMKN 4 Tasikmalaya. adapun Tempat Pelatihan salah satunya SMK NU Ma’arif Kudis, dan SMK SMK lainya di Indonesia.”paparnya
“Kami ingin mendidik tenaga yang siap pakai yang nanti nya bisa menyalurkan ke anak didiknya, dengan harapan pengetahuan juga kompetensi tentang fiber optic bisa di dapatkan siswa siswinya.”Imbuhnya
Ari mengatakan, “Dengan adanya program ini diharapkan tidak ada lagi kesulitan bagi industri mencari tenaga kerja siap pakai karena para siswa sudah dibekali pengetahuan akan informasi, teknologi, serta komunikasi yang semakin berkembang. Sehingga nantinya bisa mengisi peluang kerja di bidang teknologi yang akan semakin tumbuh,” tandasnya. (AS)








