Pembunuhan Ibu Kandung : Sadis, Pelaku Sayat Nadi Tangan Karena Tak Yakin Korban Telah Tewas

oleh -457 Dilihat
Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama saat menunjukkan Pelaku pembunuh ibu kandung ABW kepada sejumlah awak media dalam gelar kasus di Mapolres Kudus (foto: YM|)

Kudus, isknews.com – Kasus pembunuhan ibu kandung di Dukuh Jekulo Karang, Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo Kudus, mengungkap sejumlah hal. Ternyata pelaku Anang Budi Wicaksono (32) anak sulung korban usai mencekik leher ibunya dan membentur-benturkan kepala ibunya kelantai rumah masih merasa kurang yakin bahwa ibunya benar-benar telah tak bernyawa.

Bak kerasukan, untuk meyakinkan pelaku bahwa korban Umi Kalsum (54) janda beranak dua itu telah benar-benar meninggal, pelaku sempat mengambil sebilah pisau di dapur dan digunakan untuk menyayat pergelangan tangan kiri korban agar mempercepat proses kematian ibunya.

Hal itu dijelaskan oleh Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama saat gelar perkara dan konferensi pers di Mapolres setempat, yang sempat menghadirkan tersangka pelaku ABW. Selain itu diperlihatkan sejumlah barang bukti seperti pisau dapur, serta pakaian pelaku dan korban di saat kejadian.

“Namun meski pelaku sempat menggores pergelangan tangan pelaku dan mengalir darah, dari visum diperoleh keterangan bahwa korban meninggal akibat dicekik oleh pelaku akibat kehabisan nafas. Goresan itu bukan penyebab kematian ibunya, karena belum sempat mengenai urat nadi besar,” terang Kapolres, Rabu (28/12/2022).

Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama mengatakan, kasus pembunuhan korban Umi Kalsum oleh anaknya sendiri dipicu persoalan sepele. Menurutnya, sesaat sebelum peristiwa terjadi tersangka pulang dari bepergian ke rumah orang tuanya. Tersangka menemui ibunya di dalam kamar dan meminta makan. Ibunya menjawab tidak ada makan, sekaligus menanyakan kenapa selalu pergi dan meminta anaknya tidak keluar rumah lagi.

“Karena kondisi lapar, jawaban ibunya tak dihiraukan. Pelaku malah emosi hingga terjadi cekcok,” jelas Kapolres.

Pertengkaran mulut antara ibu dan anak semakin tak terkendali. Tersangka yang merupakan anak pertama dari ibu yang sudah lama menjanda, kemudian memukul wajah orangtua yang telah melahirkannya. Bahkan dengan amarah, sang anak yang sudah kerasukan setan tega mencekik ibunya hingga jatuh tersungkur dan membentur- benturkan kepalanya ke lantai kamar.

“Setelah ibu telentang tak sadarkan diri, pelaku memegang pergelangan tangan kiri, ternyata masih ada denyut nadi. Tersangka lalu mengambil pisau dapur dan menyayat nadi pergelangan tangan kiri,” katanya.

Dijelaskannya spekulasi awal bahwa sayatan urat nadi dimaksudkan untuk membuat alibi kalau korban meninggal karena bunuh diri adalah tidak benar. Karena dalam sayatan tidak mengenai pembuluh darah besar, dibuktikan tidak banyak ceceran darah yang keluar. Pelaku selanjutnya pergi dan mematikan lampu rumah dalam keadaan gelap.

“Korban meninggal bukan karena sayatan pergelangan tangan, tetapi karena kehabisan oksigen setelah dicekik lehernya dan kepala belakang dibenturkan ke lantai kamar,” ujarnya.

Kasus pembunuhan ibu kandung oleh pelaku anak sendiri, terjadi Minggu (25/12) malam sekitar pukul 19.00. Korban kali pertama ditemukan tetangganya Kusmiyati dan Sulasmi, dalam posisi tergeletak di dalam kamar. Saat itu keduanya bermaksud mengantar makanan hajatan. Karena rumah terbuka, gelap dan korban dipanggil- panggil tidak ada jawaban, keduanya langsung masuk ke dalam rumah. Setelah menghidupkan lampu dan menengok kamar ditemukan korban tergeletak sudah tidak bernyawa.

Kapolres mengatakan, usai melakukan tindakan keji terhadap ibunya, tersangka pergi menggunakan motor inventaris adik kandungnya yang milik vendor lembaga BUMN dengan tujuan ke rumah adiknya di Desa Sjngocandi Kecamatan Kota Kudus.

Sejumlah barang bukti ditunjukkan oleh Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas tama dan Kasatreskrim serta Kapolsek Jekulo Kudus (Foto: YM)

Naas sesampai di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Mapolsek Kota, motor yang dikendarai menabrak truk yang tengah pakir di tepi jalan. Dari kecelakaan tunggal itu, tersangka dibawa ke RS Kartika untuk perawatan akibat luka ringan yang dialaminya.

Di saat yang sama petugas mengendus kalau korban kecelakaan tunggal adalah terkait kasus tewasnya Umi Kalsum. Saat itu juga tersangka dijemput dan diamankan di Polres Kudus. Dari hasil penyidikan tersangka Anang mengakui telah membunuh ibu kandungnya.

Bukti menguatkan bahwa korban tewas dibunuh adalah hasil visum dokter Tita dari Puskesmas Tanjungrejo Jekulo dan hasil autopsi. Diketahui tulang leher korban mengalami patah.

Sementara, tersangka pelaku Anang Budi Wicaksono menyatakan sadar saat melakukan tindakan keji terhadap ibunya hingga tewas. Tindakan itu dilakukan karena merasa sering dimarahi dan disalahkan. “Saya sering dimarahi dan kemudian cekcok. Saat kejadian terakhir saya begitu emosi dan nekat melakukan perbuatan kasar hingga membuat ibu meninggal,” tandasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.