Pemkab Diminta Kreatif Buat Terobosan Tingkatkan PAD

oleh

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Pemkab Jepara diminta melakukan terobosan untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pasalnya, di tahun-tahun mendatang, dana transfer dari pusat akan semakin menurun. Untuk itu, PAD harapannya menjadi penopang kegiatan pembangunan daerah. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Jepara Junarso, Senin (31/7/2017).

Menurut Junarso, meski tiap tahun PAD Jepara terus meningkat, tapi sebenarnya banyak potensi pajak yang belum tersentuh. “Hal ini menjadi catatan kita di dewan afar Pemkab terus melakukan terobosan. Pasalnya, anggaran dari pusat maupun provinsi trennya terus menurun. Selain itu pelaksanaannya semakin ketat sehingga menyulitkan daerah,” katanya.

TRENDING :  Persijap Daftarkan 25 Pemain

Jika daerah terus mengandalkan dana dari pusat, katanya, maka kemandirian daerah akan sulit diwujudkan. Sekecil apapun potensi pendapatan perlu dimaksimalkan. Beberapa potensi pajak yang bisa dijadikan pendongkrak PAD itu yakni galian C, perusahaan pemanfaat catering dan tempat kos.

Untuk galian C, politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, sesuai dengan audiensi yang dilakukan di kementerian terkait baru-baru ini, yang boleh dipungut pajak bukan hanya karena ijinnya, tapi pada obyek kegiatan tambangnya. Dalam hal ini, Pemkab melalui dinas terkait harus berani membuat kebijakan yang berani asal tidak bertentangan dengan regulasi.

TRENDING :  Persijap Dipastikan Didampingi Patrick saat Jamu PSCS

“Di sekitaran pabrik padat karya banyak berdiri tempat kos baru yang bisa dipungut pajak. Jika alasannya kos atau penginapan yang bisa kena pajak minimal 20 kamar, maka aturan itu bisa ditinjau ulang,” tambahnya.

Pemkab Jepara sendiri mengakui jika ada beberapa pos pajak yang belum maksimal. Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi saat ditemui wartawan belum lama ini mengemukakan salah satu yang masih longgar yakni pajak hotel, penginapan dan restoran.

TRENDING :  Sepanjang 2018, Tindak Kriminalitas di Jepara Menurun

Pihaknya menjanjikan akan memperketat dan memaksimalkan pendapatan dari sektor itu terlebih pada 2019 mendatang Jepara berpotensi kehilangan pendapatan karena retribusi masuk tempat wisata direncanakan akan dihapus. PAD yang hilang dari sektor itu sekitar Rp 3,7 miliar lebih. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Comments are closed.