Penerimaan Rendah Sektor Parkir, Tim Siluman Dibentuk Tekan Kebocoran

oleh

Kudus, isknews.co – Rendahnya penerimaan dari sektor parkir serta minimnya realisasi PAD dari sektor parkir di Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus tak dapat terus dibiarkan.

Tahun 2019, dari target retribusi pengelolaan parkir tepi jalan umum dan tempat khusus parkir sebesar Rp 4.596 miliar, realisasinya hanya mencapai sekitar 30 persen atau sekitar Rp 1,379 miliar.

ilustrasi Kepala Dinas Perhubungan Kudus saat lakukan sosialisasi tarif parkir baru (Foto: YM)

Pengelolaan retribusi parkir akan dipacu semaksimal mungkin untuk optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), karena penerimaan sektor ini beberapa tahun terakhir sangat minim dan mengecewakan.

Plt Bupati Kudus pun sampai turun tangan untuk membedah persoalan parkir, terutama yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) setempat sehingga target tahun 2020 ini diharapkan tidak terjadi banyak kebocoran.

Namun demikian Pemkab Kudus menambah target penerimaan restribusi parkir tahun 2020 menjadi sebesar Rp 8,884 miliar, atau naik lebih dari 93 persen. Terdiri dari target tempat khusus parkir Rp 4,221 miliar dan parkir tepi jalan umum Rp 4,663 miliar.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, pihaknya akan membentuk tim uji potensi di sejumlah titik parkir untuk mengetahui sejauh mana pendapatan retribusi yang mendekati realita.

Tidak seperti sebelumnya, setoran retribusi yang diserahkan juru parkir jauh dari pendapatan harian di lapangan. Hasil yang disetor hanya sekitar 10 persennya saja.

Dia memberikan contoh lokasi parkir yang dinilai memiliki potensi pendapatan besar, yaitu kawasan sport center sekitar Stadion Wergu Wetan Kudus.

Setiap hari juru parkir hanya ditarget setoran Rp 25 ribu. Padahal di tempat itu terdapat 15 juru parkir, artinya setiap orang hanya dibebani target kurang dari Rp 2 ribu per hari.

“Itu sangat tidak masuk akal,” ujarnya, Rabu (29/01/2020).

Hal sama terjadi di sejumlah titik parkir tepi jalan umum. Maka untuk meningkatkan pendapatan, pemerintah kabupaten (pemkab) akan melakukan uji potensi, sehingga di titik mana yang retribusi parkirnya dapat digali secara maksimal.

Hartopo juga meminta ke seluruh juru parkir yang dikumpulkan di pendopo kabupaten, Senin (28/1), agar meningkatkan setorannya minimal 50 persen dari pendapatan setiap harinya.

“Untuk menekan kebocoran, kami akan tugaskan tim siluman terjun ke
lapangan,” tegasnya.

Khusus untuk target retribusi parkir, meski terasa berat tetap akan diupayakan. Untuk memaksimalkan pendapatan,  pengelolaan parkir akan lebih diperketat sesuai saran Plt Bupati Kudus.

“Pemkab akan melakukan uji potensi untuk mengoptimalkan pendapatan,” katanya.

Pihaknya juga mengontrol langsung pendapatan juru parkir setiap harinya, selain meningkatkan pengawasan di lapangan dengan tujuan menekan kebocoran.

Di Kudus saat ini terdapat 27 ruas layanan parkir tepi jalan umum dengan 270 titik yang dijaga juru parkir. Selain itu terdapat tempat parkir khusus, yaitu Mal Ramayana, Pangkalan Truk Klaling Jekulo, Terminal Bakalan Krapyak dan lapangan parkir Jati Wetan.

“Jumlah titik parkir kita tambah, dari sekitar 140 titik menjadi 170
titik parkir,” jelasnya. Ujarnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dishub Kudus, Abdul Halil menyatakan, tahun 2020 nanti pihaknya mendapatkan beban target pendapatan total sebesar Rp 10,548 miliar, masing- masing Rp 8,884 miliar berasal dari penerimaan retribusi parkir, selebihnya dari retribusi sampah, pengujian kendaraan bermotor (PKB), penggunaan kekayaan daerah (PKD) dan retribusi tempat giat usaha terminal. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :