Pengamat Ini Soroti Seleksi Calon Perangkat Desa di Kabupaten Kudus yang Digelar Besok

oleh -1,571 kali dibaca
Ilustrasi Seleksi perangkat desa (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Seleksi Calon Perangkat Desa di Kabupaten Kudus dijadwalkan akan digelar Selasa, 14 Februari 2023 besok, dengan menggandeng sejumlah Perguruan Tinggi yang dinilai kredibel yakni Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Politeknik Negeri Semarang (Polines), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang dan Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang memperoleh sorotan pengamat kebijakan publik Ahmad Triswadi dari Lembaga Swadaya Masyarakat Jateng Good Governance & Society Empowerment di Kudus.

Saat ini menurutnya, sebanyak 4.929 peserta bakal ikut seleksi. Mereka memperebutkan 252 formasi. Ada 90 desa di Kabupaten Kudus yang menggelar seleksi perangkat desa. Metode seleksinya menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) dan Lembar Jawaban Komputer (LJK) dibawah pengawasan para penguji dari kampus-kampus tersebut.

Dikatakannya, misi pengisian keperangkatan desa dimaksud adalah merupakan upaya Pemerintah Kabuaten Kudus untuk melaksanakan pelayanan yang prima di kantor – kantor desa berdasarkan Analisa Beban Kerja (ABK) yang selama ini terkesan tidak seimbang dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia. Meski begitu rekrutmen tetaplah harus menggunakan sistem dan proses yang cerdas dan bermutu agar mendapatkan hasil figur Perangkat Desa yang berkualitas.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Jateng Good Governance & Society Empowerment, Ahmad Triswadi (Foto: istimewa)

“Berdasarkan informasi yang kami terima dari beberapa sumber, diduga kuat terdapat kelompok – kelompok tertentu yang sengaja hendak mengotori proses pengisian perangkat desa dengan praktek yang kental dengan unsur Korupsi, Kolusi dan Nepotisme,” kata Ahmad Triswadi ketua LSM yang berkantor di Jalan Kudus – Besito tersebut, Senin (13/02/2023).

Kekhawatiran ini pihaknya sampaikan mengingat pengalaman kejadian di kabupaten tetangga Kudus belum lama ini, dimana ditemukan praktek pungutan uang kepada Calon Perangkat Desa peserta seleksi, serta tindakan suap oleh 8 oknum Kepala Desa kepada oknum Sivitas Akademika yang duduk sebagai penguji dalam rangka proses Seleksi Calon Perangkat Desa.

“Saat ini perkara tersebut telah terproses hukumnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang,” Ujar Ahmad Triswadi yang juga berprofesi sebagai seorang advokad.

Dikatakannya, sebagai wujud peran serta masyarakat, pihaknya turut mengawal proses Seleksi Calon
Perangkat Desa di Kabupaten Kudus dengan sebaik – baiknya.

“Tentu kami sangat berharap agar semua pihak yang terlibat dalam proses Seleksi Calon Perangkat Desa di Kabupaten Kudus dapat bekerja secara profesional dengan tanpa meninggalkan kaidah – kaidah hukum serta kepatutan yang berlaku,” terangnya.

Dipesankannya, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya tindakan oknum tertentu dalam rangka mencari keuntungan pribadi dengan memanfaatkan rangkaian agenda pengisian perangkat desa ini, lembaganya meminta kepada Bupati Kudus, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kudus, serta para Camat se- Kabupaten Kudus agar dapat memberikan support kepada stakeholder terkait untuk dapat melaksanakan tugas dalam rangkaian proses pengisian perangkat desa kali ini dengan sebaik – baiknya, agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

“Kami juga sudah melayangkan surat kepada para Rektor dari Perguruan Tinggi yang terlibat kerjasama dengan Panitia Pengisian Perangkat Desa di Kabupaten Kudus, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah untuk berkenan memberikan atensi yang cukup terhadap rangkaian proses Seleksi Calon Perangkat Desa di Kabupaten Kudus yang akan digelar besok,” tuturnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.