Penjualan Janur Di Kudus Laris Manis

oleh -1,212 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Ketupat bukanlah hal yang asing lagi di negeri ini. Makanan khas ini biasa dijumpai saat lebaran tiba. Di Jawa sendiri khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur ketupat biasa disajikan H+8 atau biasa dikenal dengan istilah bodo kecil atau bodo kupat (lebaran ketupat).

received_120300000034239500

Ada ketupat pasti ada janur yang menjadi pembungkusnya. Biasanya beberapa hari menjelang lebaran ketupat penjual janur mulai menjamur di beberapa pasar. Para pedagang dadakan tersebut menjajakan janur, ketupat jadi, lepet jadi, tutus (ikat bambu), dan daun pandan.

Seperti yang terlihat di Pasar Brayung pagi tadi. Puluhan pedagang duduk berjajar rapi di pinggiran pasar menawarkan janur. Meskipun jumlah pedagang cukup banyak, namun pembeli yang datang seolah mampu mengimbangi. Terbukti tidak ada satu pun pedagang yang tak laku dagangannya. Semuanya laris tanpa terkecuali.

Hal tersebut terjadi karena masyarakat sangat antusias menyambut tradisi syawalan lebaran ketupat sebagai penutup Iduk Fitri 1437 H. “Sudah menjadi tradisi turun temurun, satu minggu setelah lebaran masyarakat Jawa merayakan kupatan, jadi wajar saja janur dipangan laris (laria manis, Red) para pembeli,” kata seorang pedagang janur Sutiah, Senin (11/7).

Dirinya mengaku mulai menjual janur pukul 06.30 WIB. Satu ikat (10 lembar) biasa dijualnya seharga Rp 4 ribu untuk janur tua, sedangkan janur muda dijual Rp 5 ribu per ikat. “Memang agak mahal karena ambilnya juga sudah tinggi harganya,” imbuhnya.

Sutiah menambahkan, mendekati lebaran ketupat ada juga pedagang yang menjual janur hingga malam hari. “Itung-itung mremo untuk bekal kupatan anak cucu. Hasil yang didapat juga lumayan,” ujarnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.