Pentingnya Rencanakan Kehamilan dan KB Bagi Pasangan Muda

oleh -311 Dilihat

Kudus  isknews.com – Memiliki keturunan yang sehat dan cerdas merupakan karunia terbesar yang senantiasa ditunggu-tunggu setiap pasangan suami istri. Namun seringkali hal tersebut tidak dibarengi dengan bekal pengetahuan yang cukup, terutama dalam mempersiapkan dan merencanakan kehamilan. Hal ini jamak dijumpai pada negara-negara berkembang seperti Indonesia, karena masyarakatnya belum sadar akan pentingnya merencanakan kehamilan.

Untuk itu RS. Mardi Rahayu dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya pasangan suami istri tentang pentingnya merencanakan kehamilan, telah dilaksanakan seminar umum yang bertempat di Hall OPD lantai 2, Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, Kamis, (30/11/17) pagi pukul 08.00 -10.00 WIB.

Narasumber tunggal, Dr. Fransiskus Christianto R, Sp. 0G, M.Si, Med, sedang memberi materi kepada peserta seminar umum bertema “sudah siapkah saya hamil”.

Acara ini ditujukan bagi masyarakat terkhusus pasangan suami istri yang baru menikah. “Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya pasangan suami istri tentang pentingnya merencanakan kehamilan,” Jelas Dewi, Humas Rumah Sakit Mardirahayu Kudus.

Seminar bertemakan “Sudah Siapkah Saya Hamil” ini diikuti 150 orang yang didominasi ibu-ibu muda, meskipun ada juga terlihat bapak-bapak yang mengikuti acara ini. “Dengan adanya seminar ini, diharapkan suami istri yang berencana memiliki anak, bisa lebih siap baik secara mental dan fisik dalam mempersiapkan kehamilan,” ungkapnya

Salah seorang peserta seminar, Rahmat mengaku acara ini sangat bermanfaat. Pria 50 tahun pemilik praktek kesehatan akupuntur di Jalan R. Agil Kusumudya ini berharap seminar seperti ini sering dilakukan, Ia mengatakan, “Minimal bisa membekali pengetahuan kesehatan terkait ibu hamil dan bisa mengetahui kapan dan dengan kondisi yang bagaimana seorang pasien bisa dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

 

Sementara itu, Narasumber tunggal, Dr. Fransiskus Christianto R, Sp. 0G, M.Si, Med, saat ditemui isknews.com sebelum acara mengatakan, Seminar ini untuk membahas pentingnya merencanakan kehamilan dan KB, pentingnya pemeriksaan kehamilan dan informasi seputar TORCH.

Terlebih lagi bagi pasangan pasangan muda yang baru menikah. “Fisik dan mental yang matang penting, agar kehamilan aman, lancar, sehat ibu dan bayi juga bahagia bagi seluruh keluarga,” ungkap salah satu dokter kandungan di RS. Mardirahayu itu.

Dijelaskan Fransiskus, TORCH merupakan istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. “Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil,” tandasnya

Kini, diagnosis untuk penyakit infeksi telah berkembang antar lain ke arah pemeriksaan secara imunologis. “Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondi. Pada umumnya, infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesipik. Kira-kira hanya 10-20% kasus infeksi,” ujarnya

Sementara untuk Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi ini disebabkan oleh virus Rubella, dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda.

Dikatakan Fransiskus, Tanda tanda dan gejala infeksi Rubella sangat bervariasi untuk tiap individu, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. “Oleh Karena itu, diagnosis infeksi Rubella yang tepat perlu ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan laboratorium,” ujarnya

Leih lanjut, Penyakit Cytomegalovirus juga tergolong Infeksi CMV yang disebabkan oleh virus Cytomegalo. Virus ini temasuk golongan virus keluarga Herpes. Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin saat ibu sedang hamil.

“Jika ibu hamil terinfeksi. maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain,” imbuhnya

Terakhir, yang harus diantisipasi yakni penyakit Herpes simpleks tipe II, dimana infeksi herpes pada alat genital (kelamin) itu disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II).

Virus ini dapat berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut syaraf sensorik dan berdiam diganglion sistem syaraf otonom. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HSV II, lanjut Fransiskus, biasanya memperlihatkan lepuh pada kulit, akan tetapi hal ini tidak selalu muncul sehingga mungkin tidak diketahui. (AJ).

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.