Peranan Vitamin D3 Dalam Menjaga Daya Tahan Tubuh

oleh -2,505 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Vitamin D merupakan salah satu vitamin larut lemak yang berperan dalam sejumlah fungsi penting pada tubuh untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit. Dalam bentuk aktifnya, vitamin D akan berikatan dengan reseptor vitamin D dan bekerja mempertahankan kadar kalsium dan fosfor dalam darah dengan cara meningkatkan penyerapannya dari usus serta mengurangi pembuangannya dari ginjal, hal ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Selain itu, vitamin D juga memiliki peranan lain seperti menjaga fungsi sistem imun tubuh, meregulasi kadar insulin, menjaga fungsi paru, kardiovaskuler, otak, saraf, serta fungsi berbagai organ tubuh lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin D dalam darah yang rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit seperti osteoporosis, infeksi, hipertensi, beberapa jenis kanker tertentu, dll.

Di masa pendemi Covid-19, selain penting untuk menjalankan protokol kesehatan dengan benar seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, diperlukan juga daya tahan atau imunitas tubuh yang baik.

Sistem imun tubuh terdiri dari imunitas alamiah atau bawaan dan imunitas adaptif atau didapat. Sistem imunitas alamiah diperankan oleh barier fisik seperti epitel kulit, mukosa saluran pernapasan atau saluran pencernaan, barier kimia seperti keringat, air liur, asam lambung, dan senyawa peptida antimikroba, serta pertahanan seluler oleh sel-sel imun seperti sel darah putih dan sel makrofag yang memakan dan membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh.

Sedangkan imunitas adaptif diperankan oleh salah satu jenis sel darah putih yaitu sel limfosit T yang menghasilkan sitokin dan sel limfosit B yang menghasilkan antibodi. Sitokin adalah zat yang dihasilkan oleh tubuh untuk komunikasi dan meregulasi sel darah putih dan sistem imun. Apabila tubuh terinfeksi oleh bakteri atau virus, maka tubuh akan memproduksi sitokin sebagai respons yang akan menstimulasi sel darah putih untuk membunuh kuman melalui proses inflamasi atau peradangan.

Lantas, bagaimana peranan vitamin D dalam sistem imun tubuh? Vitamin D berperan baik dalam imunitas alamiah maupun adaptif. Vitamin D memperkuat barier epitel, meningkatkan produksi peptida antimikroba, meregulasi fungsi sel-sel imun, menurunkan sitokin proinflamasi  termasuk interleukin-2 (IL-2), IL-6, IL-8 dan meningkatkan sitokin antiinflamasi seperti interleukin-10 (IL-10). Karena peranannya tersebut, maka vitamin D dikenal juga memiliki efek imunomodulator. Selain berperan meningkatkan respons imun untuk mencegah dan melawan infeksi, vitamin D juga berperan dalam mengendalikan respons imun yang berlebihan pada penyakit autoimun.

Terkait dengan peranan vitamin D dalam infeksi, suatu penelitian telah menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D dapat menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan pada sekelompok individu yang rentan mengalami infeksi saluran pernapasan. Banyak penelitian juga telah menunjukkan bahwa kadar vitamin D berkaitan dengan tingkat keparahan infeksi Covid-19, dalam arti bahwa penderita infeksi Covid-19 yang memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah memiliki risiko mengalami keparahan penyakit dan kematian yang lebih tinggi dibanding penderita dengan kadar vitamin D yang normal. Sehingga beralasan bahwa vitamin D merupakan salah satu vitamin yang direkomendasikan dalam penanganan penderita infeksi Covid-19. Setelah sembuh pun, penyintas Covid-19 tetap dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin D untuk menjaga imunitas tubuh.

Bagaimana kita tahu bahwa kadar vitamin D dalam darah kita normal? Yaitu dengan melakukan pemeriksaan kadar vitamin D di laboratorium klinik. Disebut normal jika kadar 25(OH)D dalam darah 30-100 ng/mL dan kurang jika kadarnya <30 ng/mL.

Sebenarnya vitamin D secara alami diproduksi di tubuh saat kulit terpapar sinar ultraviolet B matahari, jadi dengan berjemur tubuh bisa mendapatkan vitamin D yang dibentuk di kulit. Namun kurangnya waktu untuk berjemur karena kondisi tertentu seperti pekerja kantoran yang dari pagi hingga siang berada di dalam ruangan, atau penggunaan pelindung kulit saat terpapar sinar matahari, menyebabkan kurang optimalnya pembentukan vitamin D di kulit, sehingga banyak orang yang masih kekurangan vitamin D meskipun tinggal di negara tropis termasuk Indonesia.

Selain dengan berjemur, vitamin D bisa juga didapatkan dari makanan seperti ikan salmon, tuna, sarden, minyak ikan, kuning telur, keju dan susu, namun kandungan vitamin D dalam makanan tersebut seringkali juga masih belum mencukupi kebutuhan harian vitamin D, oleh karena itu diperlukan suplemen vitamin D. Ada dua jenis vitamin D dalam produk suplemen, yaitu vitamin D2 (ergocalciferol) atau vitamin D3 (cholecalciferol), namun hasil penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin D3 lebih efektif dalam meningkatkan kadar vitamin D dalam darah dibanding vitamin D2.

PT Kalbe Farma Tbk saat ini juga telah memasarkan produk Prove D3 yang mengandung vitamin D3. Ada 3 jenis Prove D3 yaitu Prove D3-1000 yang mengandung vitamin D3 1000 IU untuk setiap tabletnya dan Prove D3 Drops yang mengandung vitamin D3 400 IU untuk setiap tetesnya di mana keduanya bisa dibeli tanpa resep dokter. Prove D3-1000 dan Prove D3 Drops bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan harian akan vitamin D3. Selain itu ada juga Prove D3-5000 yang mengandung vitamin D3 5000 IU untuk setiap tabletnya, yang digunakan untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam darah dan memerlukan resep dokter.

Tablet Prove D3 berbentuk kecil dan bisa dikunyah tanpa rasa pahit dengan kemasan strip yang higienis dan travel friendly. Prove D3 Drops dikemas dalam botol yang memiliki dropper sehingga mudah diteteskan dengan dosis konsentrat yang terstandar dan bisa diteteskan langsung ke mulut, sendok, atau dicampur ke makanan atau minuman, serta bisa digunakan untuk semua usia. Prove D3 tidak mengandung gluten dan zat aditif seperti pemanis, pewarna, dan pengawet. (ADH/*)

Dapatkan segera Prove D3 disini.

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.