Performa PD Percetakan Kudus Membaik, Tahun 2022 Optimis Lampaui Target

oleh -824 kali dibaca
Harun Rashid (kiri) Pj Direktur PD Percetakan Kudus saat memantau ruang produksi BUMD milikm pemkab Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Kinerja Perusahaan Daerah (PD) Percetakan Kabupaten Kudus tahun 2021 dinilai makin membaik, meski capaian target laba yang ditorehkan pada tahun 2021 belum berhasil sentuh angka 100 persen akibat situasi pandemi covid-19 yang berdampak pada sejumlah order rutin terkait dunia percetakan harus dijadwal ulang. Namun seiring berangsurnya pandemi dan berjalannya kembali aktivfitas non daring pada sejumlah lembaga dan dunia usaha berkorelasi positif pada omzet dan perolehan usaha percetakan milik Pemkab Kudus ini.

Penilaian itu disampaikan oleh Harun Rashid Penjabat (Pj) Direktur PD Percetakan Kudus. Harun yang sebelumnya adalah Dewan Pengawas PD Percetakan Kudus, sejak Bulan Maret 2021 ditunjuk menjadi pengendali perusahaan itu pasca dicopotnya direktur sebelumnya karena dianggap berkinerja buruk. Dia mengatakan bahwa pada tahun 2021 lalu, laba dari PD Perusda untuk daerah ditargetkan Rp 131.713.533. Namun hingga menutup tahun, laba yang didapat Rp 100.148.750, sekitar 70 persen lebih dari target tercapai.

“Menginjak semester 2 tahun ini seiring dengan mulai aktif dan normal kembalinya sejumlah aktifitas dunia kerja dan pendidikan diantaranya beroperasi kembalinya secara full time aktifitas di perusahaan-perusahaan dan PTM di sekolah-sekolah. Performa perusahaan kami juga mulai bergerak naik sehingga bisa raih capaian 70 persen. Sebelumnya bahkan kami sempat pesimis. Kami masih bersyukur PD Percetakan masih bisa bertahan di tengah pandemi,” kata Harun saat ditemui di ruangannya, Kamis (20/01/2022).

Angka ini menurutnya memang belum diaudit secara resmi oleh Pemkab Kudus, tapi dari hitungan kasar dia yakin laba perusahaannya tak jauh dari kisaran angka tersebut.

“Kami tak memungkiri bahwa hasil yang didapat ini masih belum sesuai dengan apa yang diharapkan Pemerintah Kabupaten Kudus. Tapi apa daya, segala upaya telah dikerahkan maksimal untuk mendapatkan pesanan percetakan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Kudus,” kata dia.

Sebab pandemi covid-19, terlebih dengan adanya berbagai pembatasan, mengakibatkan PD Percetakan kehilangan banyak pesanan.

“Terutama disektor unggulan selama ini yakni pariwisata, pendidikan, perhubungan dan perdagangan. Sejumlah pesanan karcis masuk tempat wisata, pembuatan buku-buku LKS penunjang pembelajaran siswa, karcis retribusi pedagang, karcis parkir dan sebagainya. Dimasa pandemi kuantitas order rutin itu sempat turun drastis. Padahal mereka salah satu customer langganan kami,” terangnya.

Dijelaskannya, dari dulu Dinas Pertanian (Dispertan) ada buku-buku panduan dan yang mencetak kami. Tapi sekarang pakai file. Karena dampak covid, Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) yang dulunya kita dapat pesanan bernilai besar kini turun.

“Dulu order dari OPD sebelum pandemi hingga hampir diangka Rp 400 juta, namun di 2021 hanya dapat sekitar Rp 97 juta. Tempat wisata juga tutup. Biasanya karcis yang membuat kami. Jadi order minim bagi kita,” jelas Harun.

Namun menginjak semester 2 terutama dengan munculnya kebijakan vaksinasi covid-19, akhirnya sejumlah pesanan masuk dari Puskemas di Kudus berupa cetak kartu vaksin hingga blangko vaksinasi atau lainnya, semua diserahkan ke PD Percetakan. Sehingga mampu mendongkrak laba pendapatan. Ditambah, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus yang juga mulai mencetak buku penunjang kegiatan belajar siswa.

“Alhamdulillah, dari hasil pembukuan (akhir tahun) kita bisa mencapai 70 persen lebih. Kami merasa ini memang belum maksimal, belum memenuhi target. Tapi kami sudah melakukan upaya maksimal, komunikasi dengan semua OPD juga,” ungkapnya.

Kendati semua itu, Harun percaya bahwa di tahun 2022 nanti, target pendapatan laba untuk PD Percetakan akan tercapai. Meski rencananya, target laba akan dinaikkan 10 persen dari tahun sebelumnya.

“Kami optimistis target 2022 tercapai. Asal kondisi bisa mulai normal. Wisata dibuka dan sekolah bisa masuk seperti sebelum adanya pandemi covid-19,” katanya.

Sebab, sumber pendapatan terbesar PD Percetakan berasal dari 4 OPD di Kudus. Yakni Disbudpar, Disdikpora, Dinas Perhubungan, dan Dinas Perdagangan. Di mana paling banyak pesanan masuk untuk mencetak karcis.

“Kalau semuanya bisa maksimal seperti sebelum corona, saya yakin sudah bisa memenuhi target,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.