Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mendorong para petani di Kabupaten Jepara untuk lebih modern. Menurut bupati, revolusi pertanian dari pertanian tradisional ke pertanian modern harus dilakukan. Hal ini disampaikan oleh Marzuqi saat Krida pembangunan di Desa Pecangaan Wetan, Senin (20/3/2017).

Marzuqi mengatakan, generasi sekarang ini tidak banyak yang tertarik untuk menggeluti bidang pertanian ini. Salah satu cara agar generasi muda tertarik bidang olah tanah ini adalah dengan modernisasi pertanian. Disampaikan bupati, langkanya tenaga kerja pertanian berimbas pada mahalnya ongkos yang harus dibayar saat musim panen dan musim tandur (tanam).
Hal ini, bisa disiasati dengan penggunaan mesin pemanen padi (rice harvester) dan mesin penanam padi (rice transplater). “Saya percaya pemanfaatan teknologi ini, akan banyak membantu petani dalam banyak hal,” kata Marzuqi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara Achid Setiawan mengatakan, jumlah mesin rice transplanter yang ada sekitar 22 unit yang tersebar di kecamatan se Kabupaten Jepara. Namun, penggunannya perlu didorong kembali sebagai wujud peningkatan teknologi bidang pertanian. “Kebijakan dari pemerintah, mesin bisa didapat dengan cara pinjam pakai. Dan biaya perawatan,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0719 Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki akan turut mendorong gapoktan untuk melakukan modernisasi pertanian ini. Ia berharap, kesejahteraan kaum petani di Jepara bisa semakin meningkat. “Kemungkinan, para petani belum terbiasa saja. Sehingga perlu dilatih dan didampingi secara khusus,” ujarnya. (ZA)










