Plt Bupati Hartopo : Tak Ada Pasien Corona di Kudus

oleh -176 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Usai mebuka acara yang digelar oleh RSUD Loekmono Hadi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus tentang Kesiapsiagaan hadapi ancaman Covid-19 di Pendopo Kabupaten Kudus, Plt Bupati Kudus dihadapan sejumlah awak media menyampaikan agar warga Kudus tetap tenang dan jangan panik atas kondisi tersebut.

“Oleh karena itu, sosialisasi intensif perlu dilakukan guna mengantisipasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat Kabupaten Kudus, katanya.

menurutnya, tujuan diadakanya sosialisasi kesiapsiagaaan covid-19 adalah untuk menjaga kondusifitas masyarakat.

“Soal yang dikatakan di RSUD ada pasien suspect Corona, malam itu saya langsung menuju ke RSUD Kudus untuk melihat kondisinya,” katanya.

Hartopo mengatakan hal itu tidak betul, di Kudus tidak ada pasien Corona.

“Saya bahkan langsung mengecek sendiri kebenaranya di RSUD Loekmono Hadi. Ternyata pasien tersebut baru terduga karena yang bersangkutan baru datang dari luar negeri, oleh karena itu, dilakukan observasi mengenai kesehatanya untuk antisipasi saja, itu memang SOP nya”, imbuhnya.

Plt Bupati Kudus HM hartopo (Foto: YM)

Padahal terang dia, kalau Corona itu indikasinya adalah flu batuk yang tidak sembuh-sembuh dan panas lebih dari 38 derajat Celsius.

“Selama ini tidak ada indikasi ke sana, makanya untuk memastikan hal tersebut, telah dikirim lendir pasien ke laboratorium yang ada di Jakarta,” terangnya.

Memang sampai saat ini hasilnya belum turun, menurutnya itulah nanti yang menentukan apakah positif atau negatif. “Semoga hasilnya negatif, biar segera bisa dipindah di kamar biasa, bukan di ruan isolasi khusus lagi,” ujarnya.

Terkait warga Kudus yang ada di Luar negeri dan akan pulang ke Indonesia, dirinya sudah memrintahkan kepada Camat, kepala desa bahkan sampai ke RT, agar saat kepulangan kita siap jemput untuk dilakukan pemeriksaan.

“Bagi TKI yang baru pulang dari luar negeri kita bawa ke rumah sakit yang ada di ruang isolasi dulu, kalau memang tidak ada permasalahan, ya kita antarkan pulang, tapi kita cek dulu sampai di putuskan aman,” terangnya.

Terkait kini mulai langkanya masker dan cairan antisptik di pasaran, Harrtopo menganggap semua bentuk ketakutan masyarakat.

“Sebetulnya virus itu kan tertular bukan lewat udara tapi kalau terjadi kontak kulit, sehingga tidak usah terlalu panik akan hal itu, yang penting upayakan menjaga jarak jangan terlalu dekat dengan pasien itu,” tutur dia.

“Musuh terbesar kita bukan dari isu virus corona tetapi kepanikan dan ketakutan serta keresahan masyarakat dengan maraknya berita hoaks di sosial media,”jelasnya.

Dirinya menghimbau warga Kudus untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap isu terkait virus corona ini.

“Saya mengimbau kepada semua warga di Kabupaten Kudus, jangan sampai ketakutan yang berlebih dengan adanya berita tidak benar mengenai wabah corona yang masuk di kudus karena sampai saat ini belum ada seorang warga pun yang positif terindikasi virus corona”, tegasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.