Ponpes Dilibatkan Dalam Pencegahan Dan Penanggulangan DBD

oleh -546 Dilihat

KUDUS, – isknews.com -Lembaga pondok pesantren (Ponpes) di Kudus, tidak terlepas dari upaya kegiatan pencegahan dan penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), yang kini sedang giat-giatnya dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Kudus. Hal ini merupakan implementasi dari rakor beberapa waktu yang lalu yang diselenggarakan di pendopo Kabupaten Kudus terkait KLB Demam Berdarah yang terjadi di beberapa tempat di sekitar Kabupaten Kudus, dan dalam pelaksanaannya dilapangan, kegiatan tersebut diserahkan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan di masing-masing kecamatan.
Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Kota, Suharto, yang dihubungi isknews.com, Selasa (23/2), mengatakan hal itu. Menurut dia, meskipun di dalam kelembagaan pendidikan, ponpes berada dalam binaan kementrian agama, namun dalam kaitannya dengan kegiatan di atas, adalah berdasarkan domisili ponpes yang bersangkutan, yakni berada di wilayah UPT Pendidikan Kecamatan Kota. “Intinya, semua lembaga pendidikan, yang berdomisili di Kecamatan Kota, tidak ada yang terlewat, termasuk kalangan Ponpes.”
Dia menerangkan, dalam pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD itu, untuk sosialisasi dan penyuluhan, pihak UPT Pendidikan bekerjasama dengan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) setempat. Secara bergiliran para kepala sekolah dikumpulkan di Kantor UPT, mulai dari PAUD – TK, SD – MI, SMP – MTs, SMU/SMK – MA, sampai ponpes. “Dalam sosialisasi itu disampaikan materi mengenai penyakit DBD, dari mulai mewaspadai gejala-gejalanya, sampai langkah yang dilakukan jika ada anggota keluarga yang ditengarai terkena atau terjangkit DBD.”
Kemudian, sebagai tindak lanjut dari peyuluhan, adalah “action”, yakni melakukan kegiatan kebersihan dilingkungan sekolah masing-masing, yakni Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Terutama adalah menguras dan membersihkan kamar mandi, sehingga bak penampung airnya bersih dari jentik-jentik nyamuk DBD. Selain itu, juga menimbun jika ditemukan adanya genangan-genangan air di sekitar sekolah, sehingga tidak dijadikan tempat pembiakan nyamuk.
“Terutama untuk kamar mandi dan WC, harus benar-benar diperhatikan kebersihannya, bukan hanya menguras bak air dan mengepel lantainya secara rutin, tetapi juga kelancaran saluran pembuangannya,” tegas Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Kota itu.
Dia menambahkan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya penderita atau korban, yang asal mulanya timbul penyakitnya dari lingkungan sekolah. “Meskipun demikian, saya mengimbau agar para kepala sekolah, jangan kehilangan kewaspadaan.” (DM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :