Posting Hate Speech Di Grup ISK Abal Abal, Dua Pria Ini Di Ciduk Polisi

oleh

Kudus, isknews.com -Berhati-hati posting di media sosial, salah-salah bisa membuat repot diri karena harus berhadapan dengan pihak-pihak yang tak berkenan dengan postingan anda, sehingga harus berurusan dengan pihak berwajib.

Hal ini seperti yang dialamai dua warga Kudus, Djoko Purwanto dan Kafianto dipanggil Kepolisian Polres (Polres) Kudus. Keduanya diduga telah menyebar ungkapan kebencian pada polisi di sebuah grup pada jejaring sosial Facebook bernama ISK (Info Seputar Kudus).

Dua orang terduga hate speech di medsos Grup facebook ISK (Info Seputar Kudus) saat diminta klarifikasi di Polres Kudus (Foto: YM)

Grup yang namanya sengaja dibuat mirip media kesayangan kita ini, kini memang telah memiliki anggota tiga ratusan ribu lebih, bergerak tanpa kendali karena diduga adminnya raib entah kemana, serta tanpa filter, bahkan sempat menayangkan siaran langsung filem porno.

TRENDING :  Begini Janji DPRD Pati Bangun Jembatan Puncel

Kini dari grup tersebut telah makan korban, Djoko warga Desa Pasuruhan Lor pihak yang memposting foto bergambar polisi dengan perawakan gendut menggunakan akun @Abdullah Rrafi’u. Dengan caption “Polisi perute gendut-gendut kenopo yo bro ?”.

Sedang Kafi yang merupakan warga Desa Klaling, Jekulo menimpalinya dengan komentar, “Kebanyakan makan uang haram bro,” tulisnya menimpali di akun media sosial @Abdullah Rrafi’u.

“Mereka kami panggil untuk melakukan klarifikasi,” ucap Wkapolres Kudus Kompol Billy Andha saat jumpa pers di Mapolres Kudus, Senin (9/9/2019).

Billy mengharapkan, dengan pemanggilan klarifikasi ini masyarakat bisa semakin cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial. Ia pun mewanti-wanti agar tidak sembarang berucap di media sosial.

TRENDING :  Mulyadi Di Vonis 3 Bulan Penjara dan Denda Rp 5 Juta, Warga Kecewa

“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali di kemudian hari,” katanya.

Djoko dan Kafi sebenarnya bisa dijerat dengan Pasal 27 Ayat (3) UU RI Nonton 19 tahun 2016. Tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 ITE dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.

“Tapi kami maafkan, mereka juga telah beritikad baik untuk meminta maaf, harapannya jangan ada lagi seperti ini,” tandasnya.

Sementara Djoko ketika dikonfirmasi awak media mengaku hanya iseng saat memposting foto tersebut. Ia juga mengaku tidak mempunyai masalah apapun dengan anggota kepolisian. Semua dilakukan karena spontan.

TRENDING :  Penandatanganan MOU Kejaksaan Negri Pati dengan Pemerintah Kabupaten pati

“Saya spontan saja, tidak ada maksud apa-apa,” ucapnya.

Ia pun mengakui jika pernyataannya memang profokatif. Ia pun meminta maaf pada anggota kepolisian yang merasa tersinggung dengan pernyataannya di media sosial. Ia berjanji akan lebih bijak lagi ketika memposting foto atau lainnya di beranda.

“Saya kapok, tidak ingin mengulanginya kembali,” tandasnya.

Senada, Khafi juga mengatakan hal yang sama. Ia berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya yang menyebabkan beberapa pihak tersinggung.

“Saya juga tidak akan mengulangi lagi perbuatan asal komen di jejaring sosial,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :