Progress 2 Persen, Kendala Sosial Masih Jadi Hambatan Pembangunan City Walk

oleh

Kudus, isknews.com – Pembangunan Kudus City Walk atau arena pedestrian di Kudus yang saat ini sedang dilaksakan oleh dua perusahaan penyedia jasa melalui kerjasama operasional (KSO) antara PT Putra Mas Indah Baroe dan PT Tri Mega Indah keduanya dari Semarang.

Pedestrian yang mebentang sepanjang Jalan Sunan Kudus hingga sekitar Masjid Menara Kudus itu dianggarkan Rp 14.323.706.000. Dengan lebar jalur pedestrian 2,5 hingga 3 meter, panjang jalan 562 meter dan lebar jalan eksisting rata-rata 22 meter serta Lebar badan jalan 8 meter. Saat ini pelaksanaannya sudah berlangsung sekitar dua pekan.

“Sudah hampir dua pekan dikerjakan dan kini pekerjaan yang sedang dilakukan adalah pembersihan lokasi lahan dan penggalian tanah keras,” ujar pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Arief Budi Siswanto saat ditemui dilokasi proyek, Kamis (24/09/2020) pagi.

Dia mengatakan, pihaknya menargetkan pada pertengahan Bulan Desember ini pekerjaan sudah selesai dan diupayakan rampung sebelum 110 hari.

“Tentunya dengan tanpa mengurangi mutu dan kualitas pekerjaan,” kata Arief yang hadir didampingi sejumlah stafnya.

Disinggung soal antisipasi bila turun hujan dengan curah tinggi, Arief mengatakan pihaknya sudah mengingatkan kepada pelaksana terkait hal tersebut.

Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Arief Budi Siswanto saat berada di lokasi proyek City Walk bersama staf dan pelaksana pekerjaan (Foto: YM)

“Nanti kita akan lakukan pemasangan cerucuk bambu yang kita tanam di sekitar area berpotensi genangan air hujan sehingga diharapkan bisa menahan air yang meluap,” kata dia.

Sementara itu, Konsultan pengawas pekerjaan City Walk, Tri Hardiyanto mengatakan, saat ini memang progres masih diangka 2 persen namun demikian masih tetap dalam kategori on the track secara schedulle dan pelaksanaan progress pekerjaan tetap masih terjaga.

“Apalagi kita berikan waktu tambahan berupa pekerjaan lembur, saya yakin meski tinggal 85 hari ini pasti dan harus rampung sesuai jadwal,” terangnya.

Disinggung mengenai tingkat kesulitan dalam pelaksanaan pekerjaan diprosentase awal ini, di mengatakan kendala masih dibidang sosial terutama kesadaran warga.

“Ada yang lokasinya mau dikeruk tapi mereka atau penghuni rumah di dekat lokasi masih belum welcome terutama untuk beberapa bangunan yang melintang di atas trotoar,” kata dia.

Antisipasi musim penghujan pihaknya akan memastikan aliran air hujan nantinya yang menuju buangan terakhir yaitu ke sungai kita pastikan akan berjalan lancar.

“Kita punya alat pendeteksi untuk mengetahui hal tersebut sehingga kami pastikan tidak akan terjadi genangan air yang menghawatirkan,” pungkas Tri Hardiyanto. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :