Putut: Pembongkaran Median Jalan Mengancam Hak Pengendara Sepeda Motor

oleh -978 kali dibaca

image

Kudus, isknews.com – Pembongkaran pembatas jalan (median) yang ada di sepanjang Jl. Ahmad Yani Kudus (Alun-alun ke selatan) oleh Dinas Bina Marga, Pengairan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (BPESDM) Kudus, mendapat respon beragam dari berbagai pihak. Salah satunya dari Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishubkominfo.

Kabid LLAJ Dishubkominfo Putut Sri Kuncoro menilai, pembongkaran median jalan di sepanjang Jl. Ahmad Yani dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai masalah baru. Menurutnya pembongkaran tersebut bisa mengakibatkan kekacauan lalu lintas yang selama ini sudah tertata.

Dia menambahkan, pembongkaran median juga akan berdampak pada perubahan perilaku pengguna jalan baik itu sepeda motor maupun mobil, yang akan saling salip karena fungsi jalan yang semula jalur lambat menjadi jalur cepat. “Itu bisa membahayakan pengguna jalan lain yang hendak menyeberang dari arah timur Jl. Tit Sudono karena pengguna jalan dari utara bisa saja melaju kencang, selain itu pengendara dari timur juga akan kesulitan untuk menyeberang,” katanya.

Senada dengan Putut, banyak masyarakat yang menyayangkan pembongkaran median jalan tersebut. Misbah salah seorang pengguna sepeda motor mengatakan seharusnya tidak perlu dibongkar. Dirinya khawatir setelah pembongkaran hak pengendara sepeda motor akan terenggut mobil.

“Saya bayangkan saja sudah semrawut apalagi nanti kalau sudah selesai pembongkarannya saya yakin tambah semrawut. Lagian median itu kan untuk estetika kota juga, kalau sudah dibongkar nanti di pinggir jalan pasti digunakan untuk parkir mobil bukannya memperlancar lalu lintas malahan semakin semrawut saja,” ujarnya.

Disisi lain Samsuri pengguna mobil juga pesimistis pembongkaran median di sepanjang Jl. Ahmad Yani dapat mengurai kemacetan. Menurutnya selama ini jalur tersebut sudah bagus, antara motor dan mobil berbagi jalan yang dipisahkan median. Dia menyarankan pihak terkait lebih baik menata jalan yang selama ini semrawut, seperti di perempatan Jember ke utara yang dilewati angkutan wisata menara.

“Sepanjang jalur wisata menara lalu lintas sangat tidak tertata harusnya dibuatkan jalur khusus agar tidak menimbulkan kemacetan. Jalur yang sudah baik seperti di Jl. Ahmad yani mending gak usah di ubah, itu malah bisa menimbulkan kesemrawutan apabila dibongkar median jalan yang memisahkan jalur sepeda motor dan mobil,” pungkasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :