Ramadan, Survai Beaya Hidup Kudus Kategori Inflasi Terendah Di Jateng

oleh
Polres dan Dinas Prdagangan Kudus saat lakukan pemeriksaan haraga komoditas di sejumlah pasar dan swalayan di Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan hingga menjelang lebaran mengakibatkan terjadinya inflasi di berbagai daerah.

Tak terkecuali Kabupaten Kudus, yang Mei lalu mengalami inflasi 0,22 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 141,89. Laju inflasi tersebut masih terkendali karena berada di bawah inflasi Jawa Tengah 0,33 persen dan inflasi nasional 0,68 persen.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala BPS Kudus Rahmadi Agus Santosa bahwa Inflasi terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sejumlah indeks.

“Indeks pada kelompok kesehatan sebesar 0,93 persen; kelompok bahan makanan sebesar 0,33 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,20 persen; kelompok sandang sebesar 0,19 persen; dan kelompok makanan jadi sebesar 0,14 persen,” katanya.

TRENDING :  201 Atlet Ikuti Kejurcab 3 Pencak Silat Pagar Nusa Kudus

Disebutkannya, penyebab utama inflasi di Kabupaten Kudus adalah naiknya harga beras, nangka muda, kentang, sampo, dan kelapa.

“Di sisi lain, turunnya harga bawang merah, kangkung, bawang putih, bandeng, dan salak menahan laju inflasi,” jelas Rahmad,
di Aula Kantor BPS Kudus, Selasa (11/06/2019).

Inflasi tertinggi terjadi di kelompok kesehatan sebesar 0,93 persen. Kemudian pada sub kelompok perawatan jasmani & kosmetika inflasi 2,32 persen dan sub kelompok obat-obatan inflasi 0,58 persen.

TRENDING :  Kualitas Buruk Harga Janur Melambung

“Sejumlah inflasi ini disebabkan kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti sampo dan bedak. Menjelang lebaran, kelompok makanan jadi dan sandang telah diprediksi mengalami kenaikan,” tuturnya.

Menurutnya, Inflasi pada kelompok makanan jadi, rokok, dan tembakau disebabkan oleh kenaikan harga komoditas gula pasir, kue kering dan kopi bubuk.

“Sedangkan untuk kelompok sandang, inflasi disebabkan kenaikan emas perhiasan dan kaos dalam laki-laki,” ujar dia.

Di antara enam kota Survai Beaya Hidup (SBH), Kudus berada pada urutan ke 5 inflasi. Inflasi terbesar terjadi di Kota Purwokerto sebesar 0,48 persen dengan IHK sebesar 132,91 diikuti oleh Kota Semarang, Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Kudus, dan Kota Cilacap masing-masing sebesar 0,36; 0,30; 0,28; 0,22; dan 0,19 dengan IHK masing-masing sebesar 134,06; 132,45; 131,30; 141,89; dan 138,89.

TRENDING :  Sabtu Depan CFN Libur dulu

“Cukup rendahnya inflasi di Kabupaten Kudus tak lepas dari peran pemerintah daerah dalam mengantisipasi kenaikan harga selama Ramadan,” ungkapnya.

Inflasi di Kudus bulan Mei rendah, padahal Ramadan menjelang lebaran. “Alhamdulillah karena langkah dari pemerintah, inflasi terendah nomor 2 di Jawa Tengah diantara 6 kota SBH. Di bawah inflasi jawa tengah dan nasional.” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :